Yanto Hendrawan: Debat Capres Keempat Adalah Panggung Prabowo

Senin, 1 April 2019

Faktakini.com

PANGGUNG PRABOWO
Oleh Yanto Hendrawan

Debat capres ke 4 tadi malam adalah panggung paling mewah dalam pertunjukan jiwa patriotis dan rasa nasionalisme seorang Prabowo Subianto. Orang mungkin tak banyak tahu bagaimana jiwa kesatria dan cinta tanah airnya yang disampaikan secara langsung kalau debat tadi malam tidak ada. Dan jangan coba-coba mencari ulasan tentang sikap bela tanah air dalam konteks kemiliteran di buku Paradoks Indonesia karangannya sendiri, tidak ada!

Aneh kalau dipikir-pikir. Tidak seperti orang pada umumnya. Menulis buku tentang keahlian dirinya. Prabowo tidak. Paradoks Indonesia tak satu kalimatpun tertulis tentang Pertahanan dan Kemananan negara. Berapa kekuatan Alutsista, berapa pasukan di seluruh kesatuan TNI. Atau berapa lama kota bisa bertahan jika ada invasi dari negara lain?

Paradoks Indonesia justru menulis tentang nilai ekonomis sumber daya Indonesia yang lari ke negara lain. Tentang korupsi yang sudah stadium gila. Oligarki media. Infografis kemiskinan Indonesia yang mendarah daging. Kualitas pendidikan yang parah, konglomerasi yang tidak menyentuh pribumi. Nilai tukar rupiah yang tertatih-tatih, rasio pajak, ekspor impor dan neraca perdagangan di republik ini.

Wow? Prabowo itu siapa sih?

Tentara kok isi kepalanya sama sekali tak bicara militer? Ternyata, dunia militer justru menjadi teropong paling jelas baginya melihat Indonesia secara komprehensif. Keringat dan darah di medan tempur menjadikan jiwanya sangat Indonesia. Penugasan di daerah konflik menjadi perenungan mendalam tentang isi perut republik ini. Dari militer ia lahir, besar dan matang menjadi anak bangsa yang paling Indonesia!

Maka tak heran pada debat tadi malam seluruh energi Indonesianya seakan merajai ruang dan panggung debat. Jokowi tenggelam dalam diamnya menyaksikan calon presiden Indonesia baru itu memapar tentang Ideologi, Pemerintahan, Hankam dan Politik Luar Negeri.

Sesekali ia melirik Prabowo dan duduk manis serasa dikuliahi tentang pendalaman cinta tanah air dan bela bangsa dari dosen S3 bernama Prabowo Subianto.

Pemirsa tak mengira Prabowo demikian natural tadi malam. Sampai larangan tertawa ia lepas ketika mengulas potensi negeri ini digilas bangsa asing sewaktu-waktu. Ekspresinya keren. Marahnya asli kelihatan ketika bangsanya diremehkan. Seperti itulah jika ia menghadapi asing dalam diplomasi untuk negerinya. Luar biasa.

Merinding memyaksikannya!

Baru kali ini ada orang Indonesia yang sangat patriotik. Baru tadi malam kita melihat sikap kecintaan seorang anak negeri ini pada tanah airnya begitu lugas. Prabowo memang pantas menjadi nakhoda kapal besar bangsa ini. Panggung debat tadi malam adalah uji kompetensi publik paling mengagumkan dari Prabowo.

Swing voters tercerahkan. Pilihan mereka makin mantap. Bahkan sebagian besar pendukung kubu 01 berfikir ulang memilih jokowi setelah melihat wujud Prabowo yang tegas dan lugas untuk membawa negeri ini berjaya. Timsespun bingung dan pasrah. Apalagi melihat pendukung di arena debat yang susah diatur oleh moderator. Mereka malu di barisan pendukung yang model begitu.

4 tema  debat dilumat habis dan mengagumkan. Ideologi Pancasila yang jadi harga mati dan implementatif, Pemerintahan yang bersih dan profesional melayani, Hankam yang sejahtera dan semakin kuat menjaga wilayah NKRI, dan politik luar negeri yang bermarwah dan berkedaulatan serta berpengaruh di forum Internasional. Semua itu akan tercipta dari ekonomi Indonesia yang semakIn makmur sejahtera di tangan kolaborasi Prabowo Sandi.

Akhirnya, debat ditutup dengan closing statement yang sangat tidak statement. Didahului oleh pesan persahabatan dari jokowi pad sahabatnya yang seakan memberi isyarat perpisahan atas kekalahannya di ajang pilpres tahun ini. Analogi rantai sepeda yang putus adalah cara santunnya menyudahi kisruh selama ini. Respon publik sangat positif.

Sebagai sesama orang Jawa, Prabowo paham betul maksud itu. Iapun membalas kesantunan jokowi dalam "pamit"nya yang tersirat.

Akhir debat yang menyenangkan.

Terima kasih pak Jokowi
Selamat bertugas pak Prabowo

Salam Kemenangan
Salam Indonesia Baru

0 Response to "Yanto Hendrawan: Debat Capres Keempat Adalah Panggung Prabowo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel