UAS Pilih 02, KemenPAN-RB: UAS Melanggar Aturan PNS! KASN Harus Panggil, Kalau Terbukti Bersalah Diberhentikan!

Jum'at, 12 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Viralnya video percakapan Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan Capres 02 Prabowo Subianto langsung mendapat sorotan serius Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Menurut Bambang Dayanto Sumarsono, asisten deputi Pembinaan Integritas dan Penegakan Disiplin SDM KemenPAN-RB, apa yang dilakukan UAS melanggar aturan netralitas PNS. Di samping bertentangan dengan PP 42 Tahun 2004 tentang Kode Etik PNS, yang sampai sekarang belum dicabut.

"Itu sudah jelas melanggar aturan. Apalagi videonya sudah viral dan ditonton jutaan orang," kata Bambang kepada JPNN, Jumat (12/4).

Dia menjelaskan, terlepas profesi UAS yang juga ulama, tetapi harus menjaga dirinya karena status PNS masih melekat. Berbeda bila UAS bukan PNS.

Sebagai PNS, lanjutnya, UAS harusnya menahan diri. Walaupun mendukung salah satu capres, tetapi sebaiknya jangan diutarakan apalagi sampai dipublikasikan.

"Kalau lihat videonya memang kapasitasnya sebagai ulama. Namun, kan perbicangan dengan capresnnya diunggah dan ditonton banyak orang. Nah di sini kena delik pelanggaran netralitas," ucapnya.

Untuk mengetahui apakah yang dilakukan UAS ada unsur kesengajaan atau tidak, Bambang mendesak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk memanggil sang ulama. UAS perlu dimintai klarifikasinya. Bila terbukti bersalah ada sanksi yang akan diberlakukan.

"Sanksi paling ringan berupa teguran dan diumumkan ke publik kalau melanggar. Sanksi sedang ditunda kenaikan pangkat atau diturunkan. Sanksi beratnya diberhentikan dengan tidak ada," bebernya.

Foto: UAS bertemu Prabowo

Sumber: Jpnn

3 Responses to "UAS Pilih 02, KemenPAN-RB: UAS Melanggar Aturan PNS! KASN Harus Panggil, Kalau Terbukti Bersalah Diberhentikan! "

  1. Lah, UAS kan cuma menyampaikan apa yg ada di hati guru2nya....UAS gak bilang dukung PS

    BalasHapus
  2. Sebegini paniknya kah rezim ini ? Ya Allah, tolong selamatkan negeri ini dari rezim yang dzalim

    BalasHapus
  3. Apa kabar kades yg mendukung, Bupati yg mendukung ? Seolah Hukum mu hanya untuk lawan politik. Saya doakan semoga segera di angkat kedzaliman dari muka bumi Indonesia. Aamiin.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel