Wasekjen MUI: Aneh, Sudah 73 Tahun Indonesia Merdeka, Baru Sekarang Sebutan Kafir Disuruh Hapus

Sabtu, 2 Maret 2019

Faktakini.com

KH Tengku Zulkarnain

Kejadian Ajaib

Selama 73 tahun merdeka tidak pernah tertulis dalam dokumen negara, UUD 1945, UU, bahkan Peraturan yang ada di NKRI ini kata KAFIR.
Dan, negara berjalan dengan aman damai, bahkan sudah 7 kali ganti Presiden.

Mendadak baru beberapa hari ini ada Keputusan Nasional yang meminta negara menghapuskan kata KAFIR dalam konteks kenegaraan. Alasannya karena menyakiti sebagian warga negara yang tidak Islam, dan agar ada kesetaraan atas warga negara.

Sungguh sebuah keputusan yang sangat ajaib. Bagaimana bisa melakukan penghapusan atas sesuatu yang TIDAK ADA...? Tertulis saja TIDAK ADA bagaimana mau menghapuskannya?
Lagi kapan di negara ini ada ketidaksetaraan lantaran beda agama? Apalagi yang dituju hanya atas umat Islam saja, bukan oleh umat yang lain. Pakai istilah MENYAKITI lagi.

Namun jika yang dimaksudkan penghapusan kata Kafir dalam konteks keagamaan, maka hal itu sangat menentang Allah. Karena kata kafir ada 525 kali dituliskan dlm Al Qur'an. Dan sangat mutahil menghapuskan istilah kafir harbi, kafir dzimmi, kafir musta'in dari kitab kitab Fiqih Islam.

Terus sebenarnya untuk tujuan apa keputusan itu dibuat? Selain berbiaya mahal, membuat heboh negara dan bangsa saja... Mari jaga keimanan kita tanpa harus membuat heboh negara. Apalagi akhirnya dapat menyudutkan umat Islam dan mempersulit  Ulama dlm mengajarkan Tafsir dan ceramah karena dinilai menyakiti umat lain.

Madinah, 2 Maret, 2019
Tengku Zulkarnain

1 Response to "Wasekjen MUI: Aneh, Sudah 73 Tahun Indonesia Merdeka, Baru Sekarang Sebutan Kafir Disuruh Hapus"

  1. Nggak ngaca ....!!!
    Yang non muslim juga gemar menstigma TERORIS, RADIKAL & INTOLERAN kepada muslim.
    Jelas ini juga masalah kenegaraan. Jauhh lebih menyakitkan.
    Semantara kata "Kafir" adalah kalam Illahi. Kata "Teroris" dsb tidak ada dalam kitab manapun.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel