Sadisnya Pembantaian Terhadap Muslim Di Mali, Bayi-Bayi Pun Dibunuhi

Rabu, 27 Maret 2019

Faktakini.com, Mopti – Jumlah korban tewas dari petani muslim Fulani meningkat menjadi 160 orang dalam aksi pembantaian oleh milisi Dogon. Demikian menurut laporan pejabat setempat dan pasukan keamanan Mali, Senin (25/03/2019).

Televisi pemerintah ORTM sehari sebelumnya mengatakan korban tewas sementara berjumlah 136 orang. Korban diperkirakan akan terus meningkat.

“Hitungan baru 160 orang mati dan mungkin masih akan lebih tinggi,” kata anggota dewan lokal Amadou Diallo kepada AFP. Dia menambahkan, serangan itu sebagai upaya pembersihan etnis.

Seorang wartawan AFP mengatakan banyak rumah di desa itu telah terbakar habis. Mayat-mayat juga berserakan di tanah.

“Saya belum pernah melihat yang seperti itu. Mereka datang, mereka menembak orang, membakar rumah, membunuh bayi-bayi itu,” kata Ali Diallo (75).

Serangan mematikan itu terjadi pada hari Sabtu di desa Ogassogou, rumah bagi komunitas petani Fulani, dekat kota Mopti di Mali tengah. CNN melaporkan milisi bersenjata memakai pakaian pemburu tradisional.

“Para pelaku bukan dari kelompok jihadis. Mereka pemburu tradisional,” kata seorang petugas kesehatan kepada AFP.

Seorang sumber keamanan mengatakan bahwa mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak. “Mereka ditembak atau dibacok sampai mati dengan parang,” ujarnya.

Video grafis yang diperoleh The Associated Press menunjukkan, banyak korban terbakar di dalam rumah mereka. Tubuh anak kecil terlihat ditutupi dengan selembar kain, dan ada pula kartu ID yang ditunjukkan warga setempat berlumuran darah.

Insiden ini menjadi paling mematikan di Mali sejak intervensi militer yang dipimpin Perancis 2013, yang mendorong kembali kelompok-kelompok jihadis mengambil kendali atas wilayah utara negara itu.

Milisi Dogon menuduh suku Fulani mendukung kelompok “teroris” yang terkait kelompok jihadis Al-Qaidah di Mali utara. Sementara itu, suku Fulani mengatakan bahwa militer pemerintah dan milisi Dogon bekerja sama menyerang mereka dengan dalih memerangi “ekstremis”.

Sebelum insiden ini, milisi Dogon disebut bertanggung jawab atas kematian 37 orang di desa Fulani pada bulan Januari.

Foto: Foto: Gambar yang diambil tak lama setelah serangan kekerasan yang menewaskan sekitar 160 orang di desa Ogossogou di Mali. (Sumber: Pulaaku Tabital)
 
Sumber: SBS News

0 Response to "Sadisnya Pembantaian Terhadap Muslim Di Mali, Bayi-Bayi Pun Dibunuhi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel