Kuras Uang APBD Rp 18 Milliar, Aktivis-Tokoh Agama Kritik Keras Apel Kebangsaan

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Aktivis dan tokoh lintas agama mengkritik Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' yang bakal digelar Pemprov Jawa Tengah dengan kucuran dana APBD Rp18 miliar. Acara tersebut dilakukan pada Minggu (17/3).

Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Slank, Gus Muwafiq tokoh Islam Nusantara dan banyak pendukung paslon 01 lainnya.

Banyak pihak menuding acara ini bentuk kampanye terselubung paslon petahana dan ironisnya dana acara dikuras dari APBD Jawa Tengah hampir 19 Milyar Rupiah.

Jawa Tengah sendiri memiliki pemimpin baru hasil Pilkada lalu yakni Ganjar Pranowo yang didampingi oleh Taj Yasin Maimoen Zubair.

Salah satu tokoh yang mengkritik adalah Romo Aloysius Budi Purnomo, yang merasa heran dengan nilai anggaran yang demikian besar dalam acara tersebut.

"Saya tidak tahu, biaya sebesar itu untuk apa saja atau siapa saja? Saya sepakat mestinya biaya sebesar itu bisa dipakai untuk pemberdayaan kesejahteraan masyarakat yang lebih membutuhkan," kata Budi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/3).

Aktivis Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Setyawan Budi juga mempertanyakan efektifitas penyelenggaraan acara tersebut. Dia menuturkan dengan anggaran itu sedianya dapat dilakukan di pelbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah namun berdampak luas.

"Sangat disayangkan apabila anggaran sebesar Rp18 miliar digunakan untuk kegiatan sesaat di satu tempat," ujarnya.

Kesan Glamor

Peneliti Senior ELSA Tedi Kholiludin menegaskan pembiayaan Rp18 miliar hanya mengejar kesan glamor. Dia menegaskan acara macam itu tak menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kerukunan di lapangan.

"Model-model kegiatan yang selebratif itu, meski mungkin gemerlap secara kuantitas, tetapi kerap tak menyelesaikan masalah mendasar yang ada. Kerukunan itu bukan hanya soal mau hidup bersama, tetapi juga adanya penerimaan dan pengakuan," katanya.

Diketahui, Apel Kebangsaan "Kita Merah Putih" akan digelar pada Minggu di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir yakni Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KH Maimun Zubair dan ulama asal Pekalongan Habib Luthfi.

Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Jateng Suwondo membenarkan bahwa anggaran kegiatan Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' diambil dari APBD milik Satker Kesbangpol dan sudah direncanakan sejak penyusunan APBD 2019 belum disahkan.

Namun, Suwondo mengklaim Apel Kebangsaan tidak terkait dengan pemilu ataupun pilpres 2019. Menurutnya acara tersebut akan fokus pada kondisi nasionalisme dan kebangsaan saat ini yang kian terkikis.

Sumber: CNNI

0 Response to "Kuras Uang APBD Rp 18 Milliar, Aktivis-Tokoh Agama Kritik Keras Apel Kebangsaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel