Kurang Ajar! Ahoker Ebenezer Sebut Peserta Aksi 212: Wisatawan 212 Penghamba Uang

Jum'at, 1 Februari 2019

Faktakini.com, Jakarta -
Ketua BTP Mania Immanuel Ebenezer, sontak ramai diperbicangkan di media sosial akibat menyebut solidaritas 212 atau kelompok 212 yakni sebagai wisatawan 212 penghamba uang.

Sebutan wisatawan 212 penghamba uang, disebut oleh Ketua BTP Mania Immanuel Ebenezer, saat menghadiri acara talk show iNews Pagi, pada Rabu (30/1/2019) yang lalu.

Immanuel Ebenezer sebagai pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias BTP alias Ahok tersebut tak hanya menyebut wisatawan 212 penghamba uang.

Bahkan, Ebenezer juga mengatakan mendoakan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto agar dipenjara, menyusul Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet.

Perkataan dari Ebenezer itu, juga membuat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, emosi di acara yang bertopik tentang vonis pidana Ahmad Dhani.

"Ahmad Dhani ini kan salah satu aktivis 212. Seharusnya kelompok wisatawan 212 bergerak dong. Di sidang tidak hadir, (Ahmad Dhani) masuk penjara tidak hadir. Jadi lucu. Dimana solidaritas mereka?” ujar Immanuel di dalam acara tersebut.

"Ini kan (wisatawan 212) kelompok penghamba uang semua nih Tuan-tuan mereka kan duit. Kita tahu sekali tuan-tuan mereka duit. Mereka hanya diperintah oleh duit. Kalau tidak ada duit, saya yakin enggak ada,” tuduh Ahoker Kristen ini

Sumber: Wartakita

2 Responses to "Kurang Ajar! Ahoker Ebenezer Sebut Peserta Aksi 212: Wisatawan 212 Penghamba Uang"

  1. Kalau massa 212 dianggapnya penghamba uang, walaupun salah besar karena dia lagi panik. Terus dia sendiri "Penghamba Apa" dong ??? berada di barisan pendukung penista agama.

    BalasHapus
  2. Semoga Allah menunjuki kamu kejalan yg benar, kami masa 212 bukan penghamba uang kamu salah besar kmi hanya menuntut keadilan atas penghinaan agama, kitab suci dan para ulama kami..jagalah kata2 nya krn bisa memancing kekeruhan di NKRI kita tercinta ini, kita adalah sdr satu bangsa, satu negara dan rakyat Indonesia.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel