Analisa Pakar Semiotika Tentang Bahasa Tubuh Prabowo Dan Jokowi Di Debat Kedua

Kamis, 21 Februari 2019

Faktakini.com

BAHASA TUBUH J0K0W• DAN PRABOWO DI DEBAT KEDUA PILPRES

Pakar Semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi membuat ulasan mengenai makna sikap, gestur, dan retorika dari J0k0w• dan Prabowo Subianto saat bertarung dalam debat capres kedua tadi malam, Minggu (18/2). Acep membaginya ke dalam 5 kategori.

Di kategori emosi, Acep menyebut J0k0w• cenderung emosional sehingga sempat menyerang Prabowo. Misalnya ketika menyebut Prabowo kurang optimistis dan menyinggung soal ratusan ribu hektare lahan yang dikuasai rivalnya itu di Kalimantan Timur dan Aceh.

"Emosional. Nadanya kan sering meninggi. Menyerang personal Prabowo juga," kata Acep saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (18/2).

Sebaliknya, Acep menilai emosi Prabowo cenderung stabil.

Prabowo memang sempat mengkritik dan bicara dengan nada tinggi saat bicara soal kondisi negara. Namun ia tak terpancing ketika J0k0w• memprovokasinya dengan serangan-serangan yang bersifat personal.

Acep mengatakan emosi Prabowo juga nampak stabil ketika mengajukan pertanyaan. Menurut dia, moderator beberapa kali memberi ruang kepada Prabowo untuk mengkritik J0k0w•.  Hal itu nampak ketika moderator memberikan pertanyaan yang didahului oleh deskripsi suatu masalah.

"Tetapi Prabowo tidak memanfaatkan ruang itu," tutur Acep.

Dalam kategori yang lain, yakni apresiasi terhadap lawan, Acep mengatakan J0kow• tidak pernah mengapresiasai lawan debatnya. Bahkan, kata Acep, cenderung merendahkan. Acep mengatakan Prabowo justru tak ragu beberapa kali mengapresiasi capaian J0k0w• selama ini.

Dalam kategori gestur, Acep menangkap sejumlah makna dari kedua capres. Terutama ketika lawannya sedang bicara.

J0k0w•,  kata Acep, sempat menepiskan tangan saat Prabowo bicara. Menurut dia, itu hal yang kurang baik bagi seorang calon pemimpin.

"Tanda indeksikal dari sikap menyepelekan lawan bicara," tutur Acep.

"Saya kira itu juga meremehkan Pak Prabowo. Saya kira terkategori ke situ," tuturnya.

Masih dalam kategori yang sama, yakni gestur, Acep menyebut Prabowo sempat beberapa kali tidak memerhatikan J0k0w• saat sedang bicara. Prabowo justru menatap audiens seraya tersenyum. Menurut Acep, sikap itu berarti Prabowo menganggap J0k0w• tengah mengelak.

Prabowo juga kerap menggerakkan atau mengangkat tangannya ke atas saat sedang berbicara. Acep menilai Prabowo tengah meyakinkan kepada penonton bahwa apa yang sedang diucapkannya itu benar.

"Tanda indeksikal dari keyakinan dan meyakinkan bahwa apa yang disampaikannya benar dan penting," ucap Acep.

Pada kategori retorika, Acep menyebut J0k0w• lebih menggunakan momen debat untuk menjatuhkan lawan. Uraian perihal program pembangunan juga lebih mengarah ke persoalan teknis.

Sementara Prabowo cenderung repetitif atau mengulangi apa yang disampaikan. Misalnya soal segelintir orang menguasai kekayaan begitu besar, serta uang yang mengalir ke luar negeri. (bmw/sur)

KESIMPULAN:

1. Kategori Emosi: J0k0w• cenderung emosional, sementara emosi Prabowo lebih stabil

2. Kategori Apresiasi Terhadap Lawan: J0k0w• tidak pernah mengapresiasi lawan debatnya dan selalu merendahkan, sementara Prabowo tak ragu mengapresiasi lawan debat

3. Kategori Gestur: J0k0w• menunjukan gestur yang tidak baik bagi seorang pemimpin, menyepelekan dan meremehkan lawan bicara. Sementara Prabowo menyebarkan sikap simpati dengan tersenyum kepada audiens

4. Kategori Retorika: J0k0w• menggunakan momen debat untuk menjatuhkan lawan, Prabowo sering mengulang-ulang pernyataannya untuk meyakinkan audiensi bahwa statemennya itu penting bagi rakyat.

MANA YANG BENAR-BENAR NEGARAWAN YANG LAYAK DIPILIH.

Salam Akal Waras

0 Response to "Analisa Pakar Semiotika Tentang Bahasa Tubuh Prabowo Dan Jokowi Di Debat Kedua"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel