TPM: Ustadz Abubakar Ba'asyir Harusnya Bebas 23/12/2018 Karena Sudah Jalani 2/3 Masa Hukuman

Jum'at, 18 Januari 2019

Faktakini.com, Jakarta -
Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim dan kuasa hukum Ustadz Abubakar Ba'asyir, Mahendradatta, mengatakan pada tanggal 23 Desember 2018 Ustadz Ba'asyir sebenarnya berhak atas pelepasan bersyarat karena telah menjalani 2/3 masa hukuman dan mendapat banyak remisi.

Dan selama ini dia sering dapat remisi misalnya tanggal 17 Agustus dan Idul Fitri. Remisi pun bervariasi dari satu bulan hingga tiga bulan.

"'Ini memang mungkin amnesti, tapi itu belum jelas. Soal grasi tidak mungkin karena ustadz tidak bersedia mengaku bersalah. Walau apa pun itu bentuknya saya ucapkan terima kasih. Sekarang yang penting bisa pulang dan memperbaiki kesehatannya,'' kata Mahendradatta, di Jakarta, (17/1/2019)

Mahendra tidak bersedia menjelaskan apa dasar ustaz Basyir dibebaskan. Karena itu wewenangnya selaku kuasa hukum. Itu wewenang.

"'Saya tak tidak tahu pembebasan ini politisi apa hukum. Yang penting ustaz bisa pulang.''

Mahendra mengatakan Baasyir memang tidak bersedia menandatangani dokumen apa pun yang terkait pembebasannya.

Bahkan, dia mengatakan kalau dipaksa menandatangani, maka memilih tetap berada dalam penjara. ''Beliau tidak pernah mengakui bersalah. Kalau hanya soal menandatangani pelepasan, beliau bisa. Itu karena syarat teknis. Ini gak masalah. Jadi bila diartikan begitu maka akan tolak,'' katanya.

Menurut Mahendradatta, Baasyir dahulu dibawa ke persidangan dengan tuduhan mendanai pelatihan militer di Aceh. Dan ini diputuskan terbukti bersalah oleh pengadilan. ''Meski begitu kami tim pengacara menolak adanya putusan itu. Jadi itu ceritanya. Kasihan memang Ustadz Abubakar Ba'asyir.''

Sumber: Republika

0 Response to "TPM: Ustadz Abubakar Ba'asyir Harusnya Bebas 23/12/2018 Karena Sudah Jalani 2/3 Masa Hukuman "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel