Tegas! BPN Tetap Menolak Viralkan Foto Prabowo Saat Sholat, Netizen: Masya Allah, Ikhlas Beribadah Tanpa Pencitraan

Jum'at, 25 Januari 2019

Faktakini.com, Jakarta -
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto -Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengaku tak berniat memamer-mamerkan foto Prabowo saat sedang sholat fardhu maupun Sholat jumat.

Mardani menyatakan, urusan beribadah adalah hak dan kewajiban individu, bukan untuk disebarkan di media sosial.

"Ya kalau buat kami, Pak Prabowo sholat jumat enggak perlu diekspose, itu sih yang personal saja," kata Mardani di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/1).


Selain itu, Prabowo pun kata Mardani memang tak ingin melakukan pendekatan atau cara-cara kampanye yang skeptis dengan menyangkut- nyangkutkan isu agama hanya untuk menarik perhatian publik.

"Pak Prabowo gak ingin lakukan pendekatan yang skeptis untuk menarik perhatian publik. Pak Prabowo sih ingin elegan," kata dia.

Masya Allah... Disinilah letaknya perbedaan besar antara Prabowo dengan paslon Petahana, yang cenderung gemar difoto saat sedang Sholat oleh para anak buahnya, lalu kemudian foto tersebut diviralkan untuk tujuan pencitraan, Prabowo tak suka melakukan hal seperti itu.

Padahal Prabowo sangat rajin beribadah, Sholat Tahajjud pun rajin beliau kerjakan, apalagi Sholat Fardhu lima waktu. Lalu apakah yang memfitnah Prabowo pernah Sholat? Belum tentu.

Ikhlas dalam beribadah adalah kewajiban setiap muslim. Tanpanya ibadah atau amal shaleh akan sia-sia, bahkan berakibat siksa. Allah berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. Al Kahfi [18]: 110)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah [98]: 5)

Menyembunyikan amal adalah cara paling efektif agar amal shaleh yang kita lakukan dapat terhindar dari riya.

Ibadah yang dilakukan di tempat yang jauh dari pandangan manusia, hanya kita dan Allah saja, akan menjadikan hati lebih tenang dan tidak sibuk mengharap penilaian manusia.

Beribadah dengan cara ini hanya mampu dilakukan oleh orang-orang jujur (insya Allah termasuk Prabowo) dalam keimanannya.

Ia adalah bukti keimanan dan kecintaan mereka yang sangat dalam kepada Allah.

Dan Capres terkuat 2019 Haji Prabowo Subianto termasuk ke dalam orang-orang yang selalu menyembunyikan amal ibadah yang ia lakukan. Beliau sama sekali tidak suka untuk memamerkan Sholatnya kepada umat Islam. 

Terungkapny kebiasaan Prabowo menunaikan Sholat Tahajjud sejak masih di Kopassus pun, itu orang lain yang mengungkapkannya, yaitu Djoko Santoso, Prabowo sendiri selama puluhan tahun telah berusaha menutupinya.

Termasuk kebiasaan Prabowo Sholat Shubuh berjama'ah dengan para Ulama, hal itu pun akhirnya diungkapkan oleh para Ulama termasuk KH Muhammad Al Khaththath, bukan oleh Prabowo.

Sementara orang-orang munafik, mereka tidak akan mampu melakukannya, karena mereka senantiasa membangun ibadahnya diatas riya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk beramal shaleh dengan sembunyi- sembunyi, maka lakukanlah.” (HR Ahmad dalam Az Zuhdu, dishahihkan al Albani)

Prabowo memang dilahirkan dari keluarga yg beragam.  Keberagaman ini yg membuat pihak lawan sering memanfaatkannya sebagai sasaran tembak dalam konteks sikap keberagamaan seorang Prabowo.

Dalam masa menjelang Pilpres, sbg Seorang muslim, sering ke-musliman nya ini dipersoalkan oleh kubu lawan.

Tuduhan yg sering muncul adalah "Prabowo tidak shalat atau tidak bisa shalat", hanya karena ia berbeda dengah Capres lain yang sangat gemar mempublikasikan foto-foto saat sedang Sholat, demi tujuan pencitraan.

Yang menarik adalah ceritanya tentang Pak Prabowo selama diikuti oleh Pak Djoksan sebagai salah satu Perwira bawahannya. 

"Setiap pak Prabowo mengirimkan satu regu untuk melakukan penyusupan ke daerah yg dikuasai lawan, selalu dilakukan pada malam hari. Saat pasukan tersebut menjalankan tugasnya, pak Prabowo selalu mengajak dan memerintahkan kepada pasukan yg tinggal di basecamp untuk melakukan shalat malam. Hal ini penting selain meminta perlindungan kepada Allah thd misi yg dijalankan secara keseluruhan, juga untuk memohon agar pasukan yg tengah menjalankan tugas penyusupan tsb dapat menjalankan tugasnya dg baik dan dapat kembali dg selamat".

Masya Allah... ternyata itu yang dikerjakan Prabowo di keheningan malam, melakukan Sholat Tahajjud menghadap Tuhan Semesta Alam, Allah SWT, tanpa membawa wartawan apalagi untuk memfoto dan memamerkannya.

Shalat malam adalah amal shaleh yang istimewa. Keistimewaan yang dimiliki shalat malam ini diantaranya adalah karena seorang hamba akan melakukannya dengan jauh dari pandangan manusia. Saat kebanyakan manusia terlelap dalam tidur mereka, ia bangun untuk melaksanakan perbuatan yang sangat dicintai oleh Tuhannya, meninggalkan panggilan syahwatnya yang mengajak untuk menikmati kenyamanan tidur, semata-mata karena Allah azza wa jalla.

عن أَبي يوسف عبد الله بن سلام – رضي الله عنه -، قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله – صلى الله عليه وسلم -، يقول : (( يَا أيُّهَا النَّاسُ ، أفْشُوا السَّلاَمَ ، وَأطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصِلُوا الأرْحَامَ ، وَصَلُّوا والنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلاَم ))

Dari Abu Yusuf Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambungkanlah silaturahmi, shalatlah ketika manusia tertidur, engkau akan masuk surga dengan keselamatan.”

Dari cerita yg sedikit ini saja, apa sebenarnya yg ingin disampaikan oleh pak Djoko Santoso ? Shalat malam itu pada dasarnya shalat yg bersifat sunah mu'akad. Shalat sunah saja "diwajibkan" oleh Prabowo, tentu apalagi shalat wajib lima waktu.

Untuk membantah tuduhan pihak lawan tentang pak Prabowo tidak shalat, tidak dg cara langsung membantah, tapi dilakukan dengan bercerita berdasarkan pengalamannya selama mengikuti dan mendampingi  pak Prabowo di berbagai front pertempuran.

Satu hal lagi, sangat santer cerita di kalangan para perwira bawahan pak PS, setiap akan berangkat ke medan tugas, pak Prabowo terbiasa untuk terlebih dahulu sowan ke pemuka agama, spt Kiyai dll.  Untuk mohon do'a restu.  Banyak Kiyai yg dijadikannya sebagai guru untuk belajar dan mendalami ajaran Islam.

Salah satu Ulama yg sangat akrab hubungannya dg pak PS adalah Aa Gym, hubungan yg terjalin dg kental ini dibangun  sejak awal tahun 90an ketika pak PS di Kopassus, sampai sekarang.

Jadi bila Kubu Jokowi mengatakan bahwa pak Prabowo tidak shalat - kita tertawakan saja. Kalau dikatakan bahwa Jokowi itu ke-Islamannya lebih kental dari pak Prabowo, anggap saja sebagai lucu-lucuan.

Yang namanya shalat, akan terwujud secara langsung pada perilaku sehari-hari "Inna shalata tanha anil fahsya'i wal munkar" ... Shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar.

Yang paling sederhana, bandingkan lah perilaku antara Jokowi dan pak Prabowo,  siapa yg suka memenjarakan ulama? Siapa yg anti Islam? Siapa raja bohong? Siapa  yg menyengsarakan rakyat? siapa paling sering melempar Hoax? ... Hoax pada dasarnya dapat memecah belah bangsa apalagi dalam konteks kepentingan bangsa dan negara.

Dan ini sangat disadari oleh seorang Prabowo. Ia memahami apa makna dari  "wa'tasimu bi hablillahi jami'a - wa la tafarraku".

Itu pula sebabnya seorang Prabowo akan terus merangkul pihak mana pun yg punya niat sama untuk membangun bangsa ini ke depan ke arah yg lebih baik, untuk menegakan kedaulatan bangsa dan negara.

Ini salah satu makna yg dihayatinya dari ayat al-Qur'an tersebut, S. Ali Imran 103.

Kedua orang Jenderal tsb, baik pak Prabowo mau pun pak Djoko Santoso,  sangat memahami apa arti dari persatuan dan kebangsaan, sbg implementasi dari Ayat Al-Qur'an tersebut "berpegang erat lah kepada tali Allah dan jangan berpecah belah ..."

Jadi kalau masih saja ada pihak-pihak  yg mengatakan bahwa pak Prabowo itu tidak shalat, lihat saja perilakunya - karena shalat itu tidak perlu dipublikasikan atau pun dipotret lalu diberitakan besar-besar.

"Inna Shalata Tanha Anil Fahsya'i wal Munkar"

lFastabiqul Khairat

Dari seorang Haji Prabowo Subianto, insya Allah kita akan bisa belajar kesabaran dan keikhlasan hati walaupun terus difitnah

Rutin Sholat Fardhu 5 waktu... Difitnah tak pernah Sholat

Sering Sholat Tahajjud.. Difitnah tak pernah Sholat

Sering Sholat Shubuh berjama'ah bersama para Ulama... Difitnah tak pernah Sholat

Rutin Sholat Jum'at... Difitnah tak pernah Sholat

Sudah menunaikan ibadah Haji dan berkali-kali Umroh... Tetap difitnah tak pernah Sholat

*#2019PrabowoPresiden*








Yang jelas kata dia, tak ada yang harus dilawan dari provokasi terkait gerakan salat jumat ini. Pihaknya tak merasa terganggu dengan hal itu.

"Kita tidak harus lawan karena itu provokasi yang tidak perlu dilawan," katanya.

Sebelumnya, dalam acara 'Layar Pemilu Tepercaya' CNN Indonesia TV, La Nyalla Matalitti menyebut Prabowo tak pernah salat jumat. Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade membantahnya.

Isu itu kemudian digarap oleh para warganet dan mempertanyakan lokasi salat jumat Prabowo. Bahkan, muncul tagar #PrabowoJumatanDimana dan #GakYakinPrabowoJumatan

0 Response to "Tegas! BPN Tetap Menolak Viralkan Foto Prabowo Saat Sholat, Netizen: Masya Allah, Ikhlas Beribadah Tanpa Pencitraan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel