Jokowi Kalah Debat Malah Serang Personal Dan Partai Prabowo, BPN Minta Bawaslu Evaluasi

Jum'at, 18 Januari 2019

Faktakini.com, Jakarta - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said memberi ringkasan catatan pasangan capres - cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno usai debat.

Pada intinya, pasangan nomor urut 02 itu cemas pada masalah Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme saat ini.

"Pak Prabowo, Pak Sandi kita tahu di periode saat ini soal korupsi soal penegakan hukum HAM terorisme itu menujukkan tanda-tanda agak mencemaskan," kata Sudirman saat jumpa pers di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1) malam.

Sudirman menuturkan, di periode pemerintah saat ini KPK menangkap pejabat tinggi negara, anggota DPR dan ratusan kepala daerah. Kemudian selama empat tahun ini, janji pemerintah memperkuat KPK tak terealisasi. Malah KPK terus diperlemah.

"Bahkan yang paling ekstrem adalah serangan teror kepada penyidik Novel Baswedan. Di bidang HAM muncul kasus-kasus persekusi di mana-mana. Kemudian di bidang terorisme dan penindakan yang belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tuturnya.

Oleh karena itu, Prabowo- Sandi ingin memberi pesan kepada masyarakat bahwa ada hal yang mesti diperbaiki dari penegakan hukum saat ini. Pasalnya, kepastian hukum yang jelas bakal mendorong investasi, perekonomian, memberikan lapangan kerja dan akhirnya masyarakat sejahtera.

"Jadi hukum kita ingin tetapkan sebagai muara sebagai hulu dari seluruh kehiduapn masyarakat melihat tadi. Pesan dari Prabowo-Sandi adalah bila beliau berdua menjadi pemimpin negara ini maka kita pak Prabowo dan Pak Sandi akan menjadi panglima tertinggi dalam penegakan hukum. Beliau sebut sebagai chief of law enforcement," terang Sudirman.

"Artinya apa, betul presiden adalah kepala pemerintahan, tapi dalam urusan penegakan hukum dia harus mengambil peran mengkoordinasikan mendorong seluruh perangkat hukum supaya bekerja untuk kepentingan rakyat," sambungnya.

Caranya, kata dia, Prabowo -Sandi akan memperkuat institusi hukum, dengan pemimpin yang bersih. Serta memberi pesan bahwa lembaga hukum tak boleh terafiliasi oleh partai politik karena bisa menimbulkan ketidakadilan hukum. Dia berjanji, Prabowo-Sandi ke depan bakal menjalankan peran sebagai panglima tertinggi penegakan hukum.

"Kita mengapresiasi. Dalam debat kedua, kita akan menampilkan pikiran-pikiran yang lebih berbobot dan menjadi bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat keseluruhan," imbuhnya.

Lebih jauh, Sudirman juga menyoroti perdebatan capres-cawapres tadi yang sempat menyinggung personal. Dia berharap, bisa menjadi kajian oleh Bawaslu.

"Yang kami sorot adalah justru kebijakan dan keputusan tidak menyerang pribadi. Malahan kami merasa mendapat serangan kepada pribadi dan institusi barangkali bisa jadi evaluasi di Bawaslu yang baru saya kira banyak," katanya.

Sumber: Merdeka

0 Response to "Jokowi Kalah Debat Malah Serang Personal Dan Partai Prabowo, BPN Minta Bawaslu Evaluasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel