Seucrit Massa Demo Di Balaikota DKI Tolak Reuni 212, Hujan Turun, Langsung Neduh

Kamis, 29 November 2018

Faktakini.com, Jakarta - Pada hari Ahad, 2 Desember 2018 di Monas, Jakarta Pusat diselenggarakan Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas.

Acara ini dipastikan akan dihadiri jutaan orang, dan sampai detik ini jumlah massa Aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu yang mencapai 8 juta orang tak pernah bisa ditandingi oleh kubu anti 212.

Walau kubu anti 212 sudah mencoba melakukan aksi tandingan seperti Aksi 412 (Aksi Bela Ahok / Parade Kita Indonesia) pada hari Ahad 4/12/2016, jumlah massanya sangat sedikit dan aksi tersebut pun meninggalkan tumpukan sampah plus disapu angin puting beliung.

Terkait saat ini di hari-hari terakhir jelang Reuni 212, pihak yang kontra sepertinya merasa kepanasan.

Sekitar 30an orang dari kubu anti 212 yang menamakan diri gerakan Jaga Indonesia melakukan aksi di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta siang ini, Kamis (29/11/2018).

Tampak disitu ada Norman Hadinugroho Ketua Ahok Center.

Beberapa diantaranya, terlihat mencoba naik hingga menduduki gerbang yang terletak di depan gedung.

"Pak Anies keluar! Jangan izinkan 212," seru segelintir orang tersebut dari halaman depan Balai Kota DKI Jakarta.

Massa ini akhirnya masuk ke Balaikota DKI. Lucunya kemudian saat turun hujan, mereka semua langsung berlari mencari tempat untuk  berteduh, takut terkena air hujan.

Sedikit kilas balik, 8 juta peserta Aksi 212 tak ada satu pun yang beranjak dari tempatnya, sementara 30an peserta aksi hari ini, tak ada satu pun yang tidak beranjak menghindari air hujan dan mencari tempat berteduh.

Massa anti 212 tersebut menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mencabut izin pelaksanaan Reuni Akbar 212 yang rencananya akan diselenggarakan di Monas tanggal 2 Desember 2018 mendatang.

Sekjen Presidium Nasional dari Gerakan Jaga Indonesia Budi Djarot mengatakan pihaknya tak setuju dengan adanya aksi Reuni Akbar tersebut.

Sebab, menurutnya kegiatan itu tak hanya sekedar silaturahmi, melainkan terdapat kepentingan politik.

"Saya pastikan itu pasti ada agenda agenda politik di dalamnya. Saya pastikan pasti ada orasi-orasi politik yang menjatuhkan Indonesia. Kami akan jaga ini semua," kata Budi, Kamis (29/11/2018).

Perlu diketahui, sebelumnya panitia penyelenggara reuni 212 mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bahkan, seperti yang diberitakan sebelumnya Anies mengaku akan datang meski dirinya bukanlah alumni dari 212.

"Seperti tahun lalu, saya datang juga meskipun saya bukan alumni. Lah iya, tapi saya datang insya Allah," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/11/2018).

"Begitu banyak kegiatan diselenggarakan di Monas dan Gubernur hadir dalam kegiatan kegiatan di Monas. Teman-teman bisa cek selama 6 bulan (di) 1 tahun terakhir ini berbagai macam acara diselenggarakan di Monas, gubernur datang. Jadi bukan sesuatu yang luar biasa jika gubernur datang kesitu. Sesuatu yang biasa-biasa saja," ungkapnya.

Foto:  30an peserta aksi Anti 212 saat berteduh di Balaikota DKI, Kamis (29/11/2018)

Sumber: Tribunnews

1 Response to "Seucrit Massa Demo Di Balaikota DKI Tolak Reuni 212, Hujan Turun, Langsung Neduh"

  1. Kwkwkw....itulah tingkat semangat kaum bayaran !!!
    Beda jauhuuuuuuh dengan semangat umat islam di 212.
    Coba liat, hanya 100 orang tapi radikal banget. Dobrak2 pintu pagar dan menaikinya. Secara etika nggak punya sama sekali.
    Bandingkan dengan massa 212 2016 yang demo atas aksus ahok, jumlah 7 jt tapi nggak ada yang dobrak2 pagar istana. Rumput aja dijaga.
    Kesimpulan ;
    1. penolak 212 sangat radikal dan tidak santun
    2. sebaliknya, massa 212 sangat santun.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel