Sebut Prabowo Anjing (Asu), Bupati Boyolali Kader PDIP Dilaporkan ke Bareskrim

Selasa 6 November 2018

Faktakini.com, Jakarta - Bupati Boyolali Seno Samodro resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri, lantaran dianggap menghina calon Presiden Prabowo Subianto.

Kader PDI Perjuangan itu videonya di Youtube saat menyebut Prabowo dengan bahasa Jawa, asu, yang artinya anjing, lalu mendemo

"Berkenaan dengan permasalahan tampang Boyolali yang selanjutnya pada tanggal 4 November ada demo massa, Bupati Boyolali, yang merupakan kader PDI Perjuangan, ternyata hadir di demo massa yang mengatasnamakan masyarakat Boyolali tersebut," kata pelapor bernama Ahmad Iskandar di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018.

Ahmad mengatakan, kehadiran Bupati Boyolali dalam demo massa sesuai dengan fakta dan rekaman video yang ada. Dalam demo itu, Seno Samodro sempat berpidato dan menyatakan Prabowo asu.

"Perkataan Bupati Boyolali itu dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Dikarenakan yang dituju dalam pernyataan tersebut adalah seorang capres yang banyak memiliki pendukung di kalangan rakyat," ujar Ahmad.

Atas pernyataan tersebut, pelapor dengan didampingi advokat pendukung Prabowo melaporkan Bupati Boyolali ke Bareskrim Polri, karena dianggap melanggar Pasal 156 KUHP Jo pasal 14 dan 15 UU No 1 tahun 1946.

Pelapor mengaku membawa barang bukti berupa video dan hasil screenshot dari media online. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor laporan LP/B/1437/XI/2018/BARESKRIM, tanggal 5 November 2018.
"Laporan ini bertujuan agar yang bersangkutan diperiksa atau disidik sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Ahmad.

Sumber: Viva

2 Responses to "Sebut Prabowo Anjing (Asu), Bupati Boyolali Kader PDIP Dilaporkan ke Bareskrim"

  1. Semoga kebenaran bisa ditegakkan.

    BalasHapus
  2. Bagi Saya halal darah Bupati, klo tidak ditangan atau diLehernya

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel