Habib Zakaria Bahasyim Minta Umat Islam Jangan Pilih Lagi Rezim Petahana

Rabu, 21 November 2018

Faktakini.com, Banjarmasin - Kezaliman rezim pemerintahan saat ini, yang dipimpin Presiden Joko Widodo, seakan ditelanjangi oleh Habib Zakaria Bahasyim, Imam Daerah Front Pembela Islam (FPI) Kalimantan Selatan (Kalsel), saat mengisi tausiah, di peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, gelaran Komunitas Pecinta Rasulullah, di Masjid Besar At-Taqwa, Jalan Jendral Ahmad Yani, kilometer 4,5, Kota Banjarmasin, Selasa (20/11/18).

Bahkan Habib Zakaria menantang ribuan jamaah yang berhadir dari berbagai daerah ini, untuk menyampaikan satu saja kebaikan yang telah diberikan pemerintahan saat ini.

“Saya sebenarnya ingin memilih Jokowi di 2019 nanti, kalau ada kebaikannya. Tapi sayang, saya cari kebaikannya malah tidak ketemu. Sekarang beri input ke saya apa baiknya pemerintahan Jokowi?”, tanya habib ke pada jamaah, yang disambut diam tanda setuju.

Habib menegaskan, bahwa rezim saat ini terkesan memusuhi Umat Islam, akibat kebijakannya membubarkan organisasi dakwah (Hizbut Tahrir Indonesia), kemudian mengkriminalisasi ulama, bahkan ketika tokoh agama dan ulama berunjuk rasa ke Istana Negara, malah tidak disambut dengan baik oleh Presiden.

Hal ini diperparah dengan kesejahteraan masyarakat yang terancam, akibat kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

“Kita saat ini di tengah kepemimpinan yang carut marut, rezim amburadul. Listrik naik tiga kali lipat, harga BBM beberapa kali naik di tengah malam buta. Belum lagi sembako, biaya anak sekolah, dan obat-obatan. Saat ini kita jauh dari kata sejahtera,” urai Habib Zakaria.

Tidak hanya itu,  panitia pelaksana maulid juga menggalang dana bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Total dana yang terkumpul Rp 9.200.000, yang akan disalurkan kepada tim relawan Islam Selamatkan Negeri.

Sumber: Shautululama

1 Response to "Habib Zakaria Bahasyim Minta Umat Islam Jangan Pilih Lagi Rezim Petahana "

  1. Waspadai pihak-pihak yang menggunakan kata 'rezim', karena biasa digunakan oleh kaum ekstrim dan radikal untuk mengadu domba rakyat dengan pemerintah kemudian menciptakan kekacauan di sebuah negara. Kasus seperti ini sudah pernah terjadi di negara-negara timur tengah seperti Suriah dan Yaman. Hati-hati!

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel