Diduga Mau Bikin Framing Negatif, Wartawan Detik Akhirnya Minta Maaf Setelah Dinasehati Massa Aksi 211

Sabtu, 3 November 2018

Faktakini.com, Jakarta - Ulah seorang Wartawan yang diduga dari Detikcom saat Aksi 211 Bela Kalimat Tauhid hampir saja memancing kemarahan jutaan massa peserta aksi.

Bagaimana tidak, menurut laporan yang beredar, bukannya memfoto para orator di mobil komando, atau memberihan hal-hal yang positif lainnya, wartawan ini malah mengebdap-endap mencari sampah lalu memfotonya, di sekitar lokasi aksi di area Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Jum'at (2/11/2018).

Sampah memang pasti akan dibersihkan oleh umat Islam saat aksi akan usai dan selalu begitu.

Aksi-Aksi Bela Islam sangat berbeda misalnya dengan Aksi Bela Ahok atau Parade Kita Indonesia pada 4 Desember 2016 lalu yang meninggalkan tumpukan sampah.

Akhirnya ulah wartawan ini dipergoki oleh seorang muslimah yang merupakan peserta Aksi 211.

Walau kesal, tetapi secara baik-baik dan penuh kesabaran kemudian muslimah yang memakai pakaian berwarna hitam dengan kerudung abu-abu itu kemudian mempertanyakan tindakan sang wartawan.

"Sampah difoto buat apa?" Ujar wanita tersebut sambil menunjukkan box makanan kepada rekannya yang duduk di bawah tenda.

Peserta Aksi 211 lainnya lalu meminta agar wartawan itu menghapus foto sampah yang telah diperolehnya dan diduga akan dijadikan topik berita bahwa Aksi 211 adalah "Aksi Lautan Sampah" dan berbagai framing negatif lainnya.

"Udah Bu, udah saya hapus," Si wartawan menjawab permintaan itu.

"Wartawan Detik ya? Tanya seorang pria.
"Iya Bu, iya Pak," jawab wartawan mengaku.

"Detik atau cebong?" Sang pria bertanya kembali.
"Bukan bang," jawab wartawan lagi.

"Sampah difoto buat diapain? Kami nanti ada pembersihan. Ini mau digoreng ya? Abang (ini) tukang gorengan atau wartawan?" Demikian seorang pria menginterogasi wartawan yang bersangkutan.

"Ini nggak perlu difoto sayang! Kalau mau foto, itu yang orasi difoto! Kalau anda orang media, bukan sampah yang anda jadikan bahan informasi. Nggak perlu lah sampah dikorek-korek, difoto! Hati-hati loh! Sampah jadi masalah!" Ucap Muslimah yang memergoki

Nasehat beliau akhirnya dijawab oleh di wartawan tersebut yang akhirnya meminta maaf.
"Iya Bu, maaf Bu!" jawab wartawan.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @jasmevisback sekitar 12 jam yang lalu, wartawan yang diduga diintimidasi tersebut bernama Rolando Fransiscus.

Ia merupakan wartawan Detik.com yang beraalamat di RT 07 RW 07, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Hal ini terungkap melalui unggahan foto kartu pers dan KTP yang bersangkutan.

Sumber: Wartakota dll

0 Response to "Diduga Mau Bikin Framing Negatif, Wartawan Detik Akhirnya Minta Maaf Setelah Dinasehati Massa Aksi 211 "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel