Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar di masyarakat terkait gempa Donggala-Palu, Sulawesi Tengah.

Salah satu informasi yang disebut Kominfo hoaks dalam siaran pers itu adalah tentang aksi gerak cepat relawan FPI yang mengevakuasi korban gempa Palu.

Dalam siaran pers itu Kominfo menyertakan sebuah foto yang disebut hoaks.

Kominfo menemukan fakta jika foto yang beredar adalah foto saat relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi, Jawa Barat, bukan di Palu.

Siaran pers Kominfo tersebut akhirnya mendapatkan protes keras masyarakat, termasuk dari pihak FPI.

Akun Twitter Kominfo diserbu oleh para pendukung FPI yang menyatakan relawannya benar-benar ikut membantu para korban gempa Palu di lokasi terdampak.

Alhasil, terjadi kesalahpahaman dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara angkat bicara dan menjelaskan jika yang disebut hoaks oleh Kominfo dalam siaran pers itu adalah foto yang beredar, bukan tentang aksi gerak cepat FPI.

"Setahu saya tadi malam saya baca semuanya yang dikatakan tidak benar itu adalah foto. Foto itu kan disebutkan itu foto di Palu, foto itu waktu kejadian di Sukabumi tahun 2015, jadi (hoaksnya) terhadap itu (fotonya), bukan terhadap aktivitasnya," ucap Rudiantara, saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/10).

Lebih lanjut, Kominfo tidak mempermasalahkan kegiatan yang dilakukan oleh FPI dalam membantu korban bencana, khususnya dalam pemulihan di daerah Donggala dan Palu yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami pada Jumat (28/9) lalu.

"Kalau aktivitasnya sih kita semua komponen bangsa dari mana pun itu dukung pemulihan di Sulawesi Tengah di Palu, Donggala, Sigi dan sebagainya kalau itu kita dukung tapi kalau fotonya yang tidak," ungkapnya.

Foto:  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara

Sumber: kumparan

18 Responses to "Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung"

  1. Akhirnya setelah banyak yg protes baru mengakui kerja fpi walaupun banyak alasan.

    BalasHapus
  2. Kominfo ngeles trus klu fPI yg membantu...
    Selalu dibilang Hoax, mau dimana saja ada bencana pasti Garda terdepan Ormas FPI yg duluan.
    Berbeda jauh dengan Ormas laen cmn Omdo giliran dilapangan ngk perna ada yg nongol.
    Bravo FPI...!!!!!

    BalasHapus
  3. Pecat saja itu pejabat yang bilang, bantuan FPI hoax. Sudah tidak pantas jadi pejabat, cocoknya jadi penjahat.

    BalasHapus
  4. Aksi gerakan Pembenaran..ATAS kebohongan sebelumnya.

    BalasHapus
  5. Gampang banget minta maaf...
    Mundur dari jabatan berani gak ?

    BalasHapus
  6. Maksudmu tidak mempermasalahkan kegiatan yang dilakukanitu apa Menkominfo? Sudah serendah dan sehina itukah memandang umat Islam dalam membantu dan berkontribusi dalam meringankan persoalan bencana nasional ? Masih percaya diri menyandang jabatan Menteri ?

    BalasHapus
  7. Biasa lah ..rezim ABS ..Asal Babe Senang ...dasaaarrr

    BalasHapus
  8. Seharusnya kt slg bahu membahu untuk menolong sesama yg sdg tertimpa musibah. Bukan slg menghujat.

    BalasHapus
  9. tangkap gak yaaa ini wong

    BalasHapus
  10. Ludah yang jatuh dijilat kembali

    BalasHapus
  11. Meluruskan utk menyelamatkan jabatannya saja kata Maaf tidak ada. #2019HarusPAS

    BalasHapus
  12. Yang ganggu adalah pernyataan itu seolah mengandung hasud untuk tak mempercayai ormas FPI

    BalasHapus
  13. Pengakuan yang terlambat... Tapi syukurlah.. walau mungkin terpaksa..

    BalasHapus
  14. Ini jg kasus penyebaran hoax, hrsnya di tangkap donk seperti kasusnya RS. Dan klo perlu di pecat sekalian.

    BalasHapus
  15. Koq keminfo aman2 aja bikin hoax gak dipanggil polisi...
    tp ratna sarumpaet hoax bisa nyeret amin rais dkk ke polisi
    Gak masalahkn cuma nanya doank🤢😷

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel