Kronologis FPI Magelang Raya Bubarkan Acara LGBT Di Mall

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Berikut informasi dari FPI Magelang Raya, Jawa Tengah tentang kronologis FPI Magelang Raya membubarkan acara yang yang disinyalir LGBT di sebuah Mall:

Hari ini Ahad 14 Oktober 18
FPI Magelang Raya mendatangi arthos mall Magelang.
Sebelum nya ketua FPI Magelang Raya menanyakan perihal adanya acara LGBT di arthos mall Magelang.

Ternyata acara tersebut tidak mengantongi ijin dari pihak kepolisian.
Jam 12:05 bersama" dengan aparat kepolisian membubarkan acara tersebut.
Pada saat itu juga memerintahkan kepada management arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung yang di pergunakan untuk menyelenggarakan acara maksiat tersebut.
Kemudian FPI Magelang Raya menginginkan adanya proses hukum kepada penyelenggara dan pemilik tempat acara tersebut.



Di ruang Kapolsek Mertoyudan mengadakan audiensi.
Kapolsek menjelaskan bahwa proses hukum akan di tangani oleh pihak polres Magelang.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolsek,
Pada jam 15:15 FPI Magelang Raya meninggalkan Polsek Mertoyudan.
Untuk selanjutnya hari Senin nanti akan mendatangi polres Magelang untuk menindaklanjuti/ mengawal proses hukum terhadap kasus tersebut.

5 Responses to "Kronologis FPI Magelang Raya Bubarkan Acara LGBT Di Mall"

  1. Semoga dihukum pihak penyelenggaranya

    BalasHapus
  2. yakin beritanya bener nih min? jangan2 hoax lhoh

    BalasHapus
  3. EVENT LGBT DI ARTOS HOAX

    Magelang (14/10) - EO Utopia mengadakan event di Atrium Artos Mall dengan tema "Little Korea". Event tersebut adalah ajang untuk adu bakat dalam Dance Cover dan Singing Cover Competition yang ramai diikuti oleh peserta.

    Yang menjadi viral dalam acara ini adalah adanya foto yang beredar di masyarakat dimana saat tantangan makan pocky berpasangan (pocky challenge) yang di adakan untuk mengisi kekosongan acara saat juri melakukan penilaian.

    Poky challange merupakan salah satu tantangan yang sedang tenar di kalangan remaja Korea, hal tersebut di aplikasikan di tengah acara agar pengunjung maupun peserta tidak merasa bosan. "Chalange tersebut memang kami pasangkan laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan karena kalau laki-laki dengan perempuan jelas bukan muhrim," terang salah satu komunitas K-Pop, Arga.

    "Kami selaku Utopia EO meminta maaf atas kejadian tersebut dan tidak akan mengulanginya lagi dikemudian hari, kami juga meminta maaf kepada management Artos Mall atas kejadian tersebut hingga meresahkan banyak warga, serta hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kami," ungkap pendiri Utopia EO, Yossi.

    "Artos tetap berkomitmen untuk tidak mendukung adanya LGBT dan hal-hal yang menyimpang dengan norma-norma agama. Kami akan tetap berkomitmen memberikan pelayanan dan hiburan yang sesuai dengan norma yang berlaku sesuai di masyarakat," terang Marketing Manager Artos Mall, Saparina Tri Hapsari.

    Artos akan tetap menjadi mall yang ramah di kalangan masyarakat umum yang sesuai dengan taglinenya, Mall for Familly Shopping, Recreation, and Culinary.

    BalasHapus
  4. Sekarang sudah ada hukum pidananya lho nyebar brita HOAX...dipastikan dulu baru share...jangan asal nuduh

    BalasHapus
  5. Duh Gusti , sebegitu hancurkah moral negeri ini ?

    Astagfirullah ampuni diri ini.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel