Politik Identitas Dan Amanat Habib Rizieq Shihab Pada Ijtima' Ulama II

Kamis, 27 September 2018

Faktakini.com

Salam & Tasyakkur.

Hari ini, dg rasa syukur kpd Allah SWT, saya ungkapkan rasa bahagia atas digelarnya Ijtima Ulama II ini.

Saya sampaikan penghargaan yg tinggi & berjuta terima kasih kpd GNPF Ulama selaku Panitia & seluruh peserta Ijtima dari kalangan Habaib & Ulama serta Tokoh & Aktivis, atas perhatian & kepeduliannya thd masalah Agama, Bangsa & Negara.

Ijtima Ulama ini digelar utk Tiga Agenda Utama :

Pertama, utk kita dengar bersama scr langsung dari Bpk Prabowo Subianto & Koalisi Umat Kebangsaan ttg alasan tdk terealisasinya Cawapres Ulama sbg rekomendasi Ijtima Ulama I, serta knp akhirnya Bpk Sandiaga Uno yg terpilih sbg Cawapres. Hal ini dimaksudkan utk *"Klarifikasi"* agar tdk terjadi fitnah yg bisa memecah belah Ulama & Koalisi Umat Kebangsaan.

Kedua, utk penanda-tang *"Pakta Integritas"* sbg Ikatan Perjanjian yg Kuat & Mengikat serta Bermartabat antara Capres Cawapres yaitu Prabowo Sandi dg Ulama & Tokoh Umat utk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara.

Ketiga, utk menyusun langkah pemenangan bagi Umat dan Rakyat serta Bangsa Indonesia dg cara elegan & terhormat sesuai dg aturan Syariat & Konstitusi.

Karenanya, saya ingatkan kpd Capres Cawapres Prabowo Sandi yg hari ini menanda-tangani Pakta Integritas, bahwa Ijtima Ulama tdk sdg main2 dlm memberi dukungan, dan tidak juga  sembarang atau sekedar memberi dukungan, akan tetapi sejak awal telah memikirkan langkah-langkah strategis yg fokus & serius utk mengantarkan pasangan Capres Cawapres Ijtima Ulama kpd Pintu Kemenangan yg berkah.

Ijtima Ulama I merekomendasikan Bpk Prabowo Subianto sbg Capres dg pertimbangan yg sangat matang, begitu juga pada awalnya tatkala Ijtima Ulama I merekomendasikan Cawapres Ulama dg pertimbangan yg super matang, bukan pertimbangan *"Politik Identitas Sara"* sbgmn difitnahkan segelintir orang yg Islamphobia.

Ijtima Ulama tdk pernah memaksakan Cawapres Ulama krn Ijtima Ulama tdk sdg menjalankan Politik Transaksional, akan tetapi Ijtima Ulama sdg menjalankan *"Siyasah Syar'iyyah"* yaitu Politik Negara yg tunduk kpd aturan Syariat & Konstitusi dg cara-cara yg Terhormat & Bermartabat.

Ingat, Rekomendasi Ijtima Ulama I ttg Cawapres Ulama semata2 krn ingin yg terbaik bagi Agama, Bangsa & Ulama agar mendpt ridho Allah SWT, bukan krn Ijtima tamak atau rakus pd kekuasaan.

Krnnya, Ijtima Ulama tetap realistis dalam membaca peta politik, dan para Ulama selalu mengedepankan Musyawarah dlm menentukam sikap & mengambil keputusan, shg digelar Ijtima Ulama II ini.

Soal Politik Identitas, maka saya tegaskan disini bahwa para Habaib & Ulama yg Istiqomah tdk akan pernah memainkan Politik Identitas Sara yg Rasis & Fasis serta bertentangan dg Syariat & Konstitusi.

Akan tetapi para Habaib & Ulama yg Istuqomah akan selalu memainian Politik Identitas yg Terhormat & Bermartabat yaitu Politik Identitas Umat Kebangsaan berdasarkan Ketuhanan YME.

Ingat, Indonesia Merdeka dg Politik Identitas.

Ingat, NKRI lahir melalui Politik Identitas.

Ingat, Pancasila pun disusun dg Politik Identitas.

Ingat, Para Wali Songo, Para Sultan Nusantara, juga Imam Bonjol, Diponegoro, Teuku Umar dan masih banyak lagi para pejuang pahlawan yg melawan penjajah Belanda, Inggris, Portugis hingga Jepang dg Politik Identitas.

Tatkala Bung Tomo meminta Fatwa Ulama & menggerakkan Santri dg Takbir melawan NICA di Surabaya juga merupakan Politik Identitas.

Tatkala Pak Dirman Sang Ustadz Madrasah Ibditidaiyyah yg jadi Jenderal Besar masuk ke hutan melakukan perlawanan mempertahakan kemerdekaan RI pun melalui Politik Identitas.

Tatkala Bung Karno menanda-tangani Piagam Jakarta & mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah Politik Identitas.

Tatkala Pak Harto bersama TNI & Ulama serta Umat Islam membasmi PKI juga merupakan Politik Identitas.

Dan jgn luoa juga, saat Pilkada DKI Jkt 2017 kemarin di tahun yg baru lalu, Ulama & Umat juga melakukan Politik Identitas utk menjunjung tinggi *"Ayat Suci di atas Ayat Konstitusi"* agar Kontitusi Negara dan semua turunan perundang-undangannya  selalu terjaga & terkawal supaya tdk bertentangan dg Ayat Ilahi Robbi.

Demikianlah, Politik Identitas Ulama & Umat Islam bukan Politik Sara, bukan Politik Rasis, bukan Politk Fasis,  melainkan Politik Umat Kebangsaan utk mencari Ridho Allah SWT.

Jadi, Ijtima Ulama akan terus menghidupkan & menggelorakan Politik Identitas Umat Kebangsaan atas Dasar Ketuhanan YME dlm menjaga keutuhan NKRI & Kelestarian Pancasila utk menuju *"Indonesia Berkah"*.

Akhirnya, saya serukan semua Habaib & Ulama serta para Tokoh & segenap Umat Islam :

Ayo kita bersatu dan bekerja keras dg tulus ikhlas utk memenangkan Capres Cawapres Ijtima Ulama yg sdh kita sepakati saat ini & sdh menada tangani Pakta Integritas dg Ulama, yaitu Prabowo Subianto & Sandiaga Uno.

Takbir 3 x Sholawat

Mulai saat ini ...

Ayo jadikan rumah-rumah kita sbg Posko-Posko Pemenangan.

Ayo kita buat baliho, kaos, topi, spanduk, selebaran, bendera, stiker, dan aneka sarana pemenangan dg uang kita masing-masing scr tulus & ikhlas.

Ayo kita galang dana umat scr besar besaran utk memenangkan Umat, Rakyat & Bangsa Indonesia.

Ayo kita jadikan kekuatan kebersamaan Umat sbg sumber dahsyat logistik pemenangan.

Ayo Para Ulama & Dai jadikan Pesantren dan Majelis serta Mimbar Da'wah kita utk memenangkan Umat & Rakyat serta Bangsa Indonesia.

Dan tidak lupa, para Laskar Cyber utk terus berjihad di Medsos ... tanpa kenal lelah dan tanpa rasa takut ...

Terakhir ... waspadalah thd kemungkinan Rekayasa System Tabulasi di KPU dari Pusat hingga Daerah ...

Krnnya, siapkan Sukarelawan Saksi yg Militan di setiap TPS, dan Dorong Audit Forensik utk semua system komputer KPU dlm perhitungan suara, serta tetap tuntut Perhitungan Manual dg Formulir C1 utk penentuan hasil akhir perhotungan suara Pemilu.

Semua itu utk menutup semua pintu kecurangan Tekhnologi Komputer dlm Perhitungan Suara Pemilu.

Ayo ciptakan Pemilu yg Jujur & Adil .... 3x

Takbir 3x ... Sholawat

Akhirnya kita mohon kpd Allah SWT

اللهم ول علينا خيارنا من يرحمنا ويخاف منك ... ولا تسلط علينا شرارنا من لا يرحمنا ولا يخاف منك

اللهم لا تمكن الأعداء فينا ولا منا ... ولا تسلطهم علينا بذنوبنا وعيوبنا ...

اللهم انصرنا على أعداءنا من الكفار والمنافقين والفاسقين والظالمين

اللهم قرق جمعهم وشتت شملهم ومزق وحدتهم وخرب قونهم وزلزل أقدامهم ودمرهم تدميرا ...

اللهم بارك لإندونيسيا واجعله بلدا آمنا طيبا مباركا ...

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد وعلى أصجاب سيدنا محمد

بسر الفاتحة ...

Sekian Seruan saya dari Kota Suci Makkah AlMukarromah ...

Kepada Semua Pejuang
Selamat Berjuang
Semoga Menang
Dlm Lindungan Yg Maha Penyayang

Wslm.

0 Response to "Politik Identitas Dan Amanat Habib Rizieq Shihab Pada Ijtima' Ulama II"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel