Rombongan Hj Neno Warisman Dihadang Sekelompok Massa Di Bandara Hang Nadim Batam

Sabtu, 28 Juli 2018

Faktakini.com, Batam - Aksi demonstrasi dan penghadangan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang secara syah menginjakkan kakinya di wilayah tanah airnya sendiri, ironisnya kembali terjadi di Indonesia, dan kali ini di Bandara Hang Nadim, Batam.

Susana di Bandara Hang Nadim Batam, sore ini, Sabtu (28/7/2018) mendadak memanas. Sekelompok orang mendatangi Bandara dengan tujuan untuk menghadang kedatangan rombongan Hajjah Neno Warisman.

Seperti kita ketahui Bunda Neno belakangan ini mulai mendapatkan beberapa terror usai beliau aktif di Gerakan 2019 Ganti Presiden nya itu. Termasuk mobil beliau yang dalam keadaan mati dan terparkir mendadak terbakar minggu lalu.

Namun sedikitpun bunda Neno tidak takut apalagi mundur dalam memperjuangkan gerakan syah dan konstitusional yang ia lakukan. Justru gerakan melakukan persekusi Bandara lah yang merupakan pelanggaran hukum.

Seelompok massa itu sempat bersitegang dengan aparat polisi di Bandara Hang Nadim. Polisi pun berusaha menambah personelnya dan membentuk barisan berlapis agar tidak bisa ditembus oleh sekelompok massa tersebut.

Dalam orasinya, seorang wanita dari kelompok penghadang mengatakan bahwa mereka akan terus mengejar Bunda Neno jika aparat memperbolehkan Neno di Batam.

"Kemanapun kami akan mengejarnya," kata wanita tersebut.

Indonesia adalah negara Hukum, bukan negara preman.

Hukum menyatakan masyarakat dilarang menyampaikan pendapat atau berdemo di obyek vital transportasi nasional seperti bandara, pelabuhan dan stasiun dan seluruh warga negara Indonesia mempunyai kewajiban untuk mentaatinya.

Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 18 Mei 2017.

Jadi melakukan aksi persekusi di Bandara Hang Nadim adalah sebuah pelanggaran hukum dan menginjak-injak hukum yang berlaku di Indonesua dan jelas wajib dipatuhi oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali.

“Penyampaian pendapat di muka umum sebaiknya dilaksanakan di tempat-tempat terbuka untuk umum kecuali di lingkungan Istana Kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat dan obyek vital nasional,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, JA Barata dalam keterangannya, Jumat (19/5/2017).

Dalam surat edaran, dijelaskan bahwa bandara, pelabuhan, stasiun kereta api dan terminal angkutan adalah obyek vital transportasi. Sehingga tempat tersebut harus dilindungi dari gangguan keamanan.

Hukum dibuat, adalah untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar. Sungguh aneh rasanya apabila aparat penegak hukum membiarkan sekelompok orang menginjak-injak aturan yang ada.

Aksi persekusi di Bandara Hang Nadim oleh sekelompok orang dari kubu yang kontra terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden ini, tentu mengingatkan masyarakat terhadap aksi serupa beberapa hari lalu.

Yaitu aksi yang dilakukan di Bandara Tarakan Kalimantan Utara oleh Kader PDIP Norhayati Andris, yang menbawa sekitar 30 - 40 orang untuk mempersekusi rombongan dakwah Islam FPI yang berisi para Kyai dan Ustadz.

Apakah kelompok penghadang di Bandara Tarakan dan Hang Nadim berasal dari kelompok yang sama?



15 Responses to "Rombongan Hj Neno Warisman Dihadang Sekelompok Massa Di Bandara Hang Nadim Batam"

  1. Panickers...panic, kekuatan bunda Neno membuat mereka takut setakut-takutnya

    BalasHapus
  2. Mereka slalu membuat ulah anarkis kan ada keamanan,kemana aparat,aparat setiap mw bertindak jgn tebang pilih donk dimana setiap ada kekacauan aparat hrs siap menghadapinya.iimbauan dr sy coba kumpulkan org2 yg dari pendukung ibu hajah warisman agar mereka/pihak lawan biar pd tau.jgn dibiarkan mereka bertindak anarkis seenaknya dewe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya kaum toleran dan pancasilais, anti radikal, kerjanya kayak kampret, cewek 1 di persekusi rame, yg radikal yg mana ini...?
      Merasa dilindung oleh penguasa dan aparat penegak hukum jadilah mareka boleh berbuat sesuka hatinya sekalipun aturan dan undang2 melarangnya fasar cebong kampret.

      Hapus
  3. Semakin nyata bahwa rezim ini menggunakan cari2 pemanfaatan bayaran, kalau nggak bersalah kenapa musti takut kalau 2019 Ganti Presiden...Indonesia ini milik semua bangsa bukan hanya milik rezim ini...kasian para aparat itu, mereka membela yg berkuasa bukan membela yg benar...hidup mereka di akhirat di ambang kehancuran karena kalau mereka muslim mereka jahil...karena hatinya sudah tertutup daripada di pecat...dunia itu milik Allah, kalian akan mati sam tanpa membawa harta..ingat itu pak polisi...usir dengan tegas pelanggar 2 itu,mereka.sudah kesusupan PKI...

    BalasHapus
  4. Semakin nyata bahwa rezim ini menggunakan cari2 pemanfaatan bayaran, kalau nggak bersalah kenapa musti takut kalau 2019 Ganti Presiden...Indonesia ini milik semua bangsa bukan hanya milik rezim ini...kasian para aparat itu, mereka membela yg berkuasa bukan membela yg benar...hidup mereka di akhirat di ambang kehancuran karena kalau mereka muslim mereka jahil...karena hatinya sudah tertutup daripada di pecat...dunia itu milik Allah, kalian akan mati sam tanpa membawa harta..ingat itu pak polisi...usir dengan tegas pelanggar 2 itu,mereka.sudah kesusupan PKI...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aparat penegak hukum hrs memposisikan sbg penegak hukum dong.., yg salah dan melanggar hukum tangkap..,

      Hapus
  5. Orang yg Demo itu.aku yakin dari orang orang yang tergolong dalam partai koalisi skg.mereka lah yg mendukung gerakan ini.aku yakin allah swt.akan kabul kan Doa kita bersama #2019 GANTI PRESIDEN.

    BalasHapus
  6. Rezim pecundang.. beraninya sama emak2..

    BalasHapus
  7. Ya bikin malu aja,ini batam,ada premanisme di bandara,beda pendapat itu kan biasa koq sepertinya orang batam yg pro ke jokowi koq anarkis gitu ya,saya jg pendukung jokowi tp bukan gitu caranya kawan,kita cinta damai,itu ksn hak orang mengeluarkan pendapat belum apa2 koq kita sudsh anarkis ya ?....😇😇

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlihat dan terbukti haus kekuasaan..., yg amanah tdk akan spt itu..,

      Hapus
  8. Masyarakat Jabar siap Jiwa dan raga 2019 Ganti Presiden.., selamatkan dan merdekakan bangsa dan rakyat Indonesia.., kami siap menjadi benteng Pancasila dan UUD 1945 yg asli

    BalasHapus
  9. Subhaanallah .
    Astaghfirullahal 'azhiim.
    Ketakutan dan kepanikan rezim saat ini telah membuatnya anarkis dan justru melanggar hukum-hukum yang ada.
    In syaa Allah tanda-tanda tenggelamnya rezim ini semakin nyata.
    ALLAH MAHA SEGALANYA.
    #2019GantiPresiden

    BalasHapus
  10. Jgn teriak2 aku pancasila.aku bheneka tunggal eka.tp kelakuanmu memalukan..

    BalasHapus
  11. Hrs ny partai yg anarkis yg buat rusuh di hapus kan aj.. biar Indonesia bsa damai...

    BalasHapus
  12. Kenapa musti takut kalau memang bebar, biasanya yg takut itu pengecut, emak2 kok kok di grudug, berarti yg ggrudug itu alay semua

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel