Kagumi Keberanian Ratna Sarumpaet, Netizen Berikan Julukan "Wanita Besi Indonesia"

Rabu, 4 Juli 2018

Faktakini.com, Jakarta - Keberanian luar biasa seorang Hajjah Ratna Sarumpaet dalam membela kebenaran, kemanusiaan dan rakyat kecil sudah lama mengundang decak kagum rakyat Indonesia dan masyarakat dunia.

Ternasuk yang viral dalam beberapa hari terakhir ini aksi heroik Bunda Ratna, begitu ia biasa disapa, dalam meladeni debat sengit dengan Menteri Koordinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Panjaitan, walaupun ibunda dari artis Atiqah Hasiholan ini adalah seorang perempuan.

Perdebatan sengit itu terjadi saat Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan berkunjung ke Posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (2/7/2018).

"Saya sedang berbicara. Nanti Anda (Ratna Sarumpaet) berbicara," ucap Luhut.

"Bapak kok marah-marah, gitu!" timpal Ratna.

"Saya tidak marah. Suara saya memang besar," jawab Luhut.

"Saya berbicara mewakili keluarga," tutur Ratna.

Luhut pun tak mengizinkan Ratna berbicara dalam forum tersebut.

"Saya mau berbicara langsung dengan mereka (Keluarga penumpang KM Sinar Bangun). Tak perlu diwakili," ucap Luhut.

"Oh Menko begitu ya?" sahut Ratna lagi.

"Aku mendampingi keluarga korban. Anda tidak boleh melarang," tegas Ratna.

Hal ini disebabkan karena Bunda Ratna membela mati-matian keluarga korban KM Sinar Bangun yang tenggelam. Ratna menolak keras pencarian tim SAR terhadap 164 korban tenggelam KM Sinar Bangun dihentikan.

Ratna memprotes penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun kepada Luhut. Ratna mengaku telah didatangi keluarga korban yang ingin pencarian terus dilanjutkan sampai jenazah diangkut dari dasar danau.

"Saya tanya ke rakyat (keluarga korban), mereka menyatakan biar cuma selendangnya, kami mau (korban) diangkut. Kami tidak mau pencarian dihentikan," tutur Ratna kepada detikcom kemarin.

Ratna tak bisa menerima alasan Tim SAR menghentikan pencarian korban. "Buat saya itu aneh, kenapa pencarian itu dihentikan," kata Ratna.

Masih belum selesai episode keberanian Bunda Ratna, beliau juga memberikan "tamparan bolak-balik" yang sangat keras untuk Ali Mochtar Ngabalin yang sok-sokan membela Luhut.

Hal ini berawal saat Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Bunda Ratna  memprovokasi keluarga korban KM Sinar Bangun. Ratna pun dengan lugas balik mempertanyakan logika Ngabalin.

"Saya ini petugas kemanusiaan, kalau pemerintah lagi bekerja lalu saya datang, apa urusan saya? Tapi begitu pemerintah ingin menyetop saya datang, ya itu logikanya, gimana sih?" kata Ratna kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara 16 Juli 1948 ini.

Bunda Ratna yang keberaniannya sudah tak diragukan lagi sejak dulu itu menilai pernyataan Ngabalin tidak tepat soal Ratna tidak tahu banyak karena datang di ujung pencarian.

"Kasih tahu sama dia itu, jangan bodoh sama orang, jangan dia pikir karena dia udah jadi juru bicaranya presiden, dia jadi pintar, nggak, itu pernyataan bodoh," ujar Ratna dengan tegas.

Sebagai aktivis kemanusiaan, lanjut Ratna, tugasnya memberi tahu saat ada hal yang dinilai salah. Sebab, Ratna menilai tidak ada alasan pemerintah menghentikan pencarian korban.

"Saya sebagai aktivis kemanusiaan tugas saya datang ketika terjadi kesalahan. Kesalahan itu saya anggap terjadi ketika mereka merencanakan menghentikan. Kasih tahu sama Ngabalin, jangan asal ngomong saja dia. Dasar penjilat," tuturnya.

Sebagai aktivis organisasi sosial dengan mendirikan Ratna Sarumpaet Crisis Centre. Ratna terkenal dengan pementasan monolog Marsinah Menggugat, yang banyak dicekal di sejumlah daerah pada era Orde baru. Jadi Orde Baru saja berani Bunda Ratna lawan, apatah lagi seorang Ngabalin tentunya.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut Ratna sosok yang berani.

"Ratna ya, saya lihat juga. Saya kira Bu Ratna Sarumpaet ini hebat ya, luar biasa, berani," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Fadli menyebut Ratna sedang memperjuangkan hak keluarga korban yang ingin melihat jasad keluarganya diangkut dari kedalaman 450 meter. Fadli menganggap rakyat Indonesia butuh lebih banyak sosok seperti Ratna.

"Saya kira kita butuh figur-figur yang berani seperti itu untuk menuntut hak. Kan masyarakat yang menjadi korban, keluarganya, keluarga mereka, itu kan berhak dong untuk mendapatkan satu pelayanan, satu pembelaan, dan juga usaha yang maksimal dong dari pemerintah," sebut Fadli.

"Masak belum apa-apa sudah give up (menyerah)?" ujarnya.

Karena itu pantas saja bila saat ini para Netizen memberikan julukan "Wanita Besi Indonesia" untuk Bunda Hajjah Ratna Sarumpaet atas segala keberanian dan dedikasinya dalam membela kebenaran, kemanusiaan dan rakyat kecil.

0 Response to "Kagumi Keberanian Ratna Sarumpaet, Netizen Berikan Julukan "Wanita Besi Indonesia""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel