KH Slamet Maarif: Kasus Chat Fiktif Habib Rizieq Sudah SP3

Selasa, 5 Juni 2018

Faktakini.com, Jakarta - Juru Bicara FPI KH Slamet Ma'arif yang baru saja pulang dari Mekkah dan bertemu dengan Habib Rizieq Shihab, menyatakan ia mendapatkan informasi bahwa kasus chat fiktif Habib Rizieq telah dihentikan.

Kyai Slamet: "Saya mendapat info dari bisik-bisik di sekitar "Istana Mekkah" bahwa SP3 kasus chat palsu Habib Rizieq sudah keluar baru-baru ini, karena bukti-buktinya lemah".

Demikian dikatakan Kyai Slamet kepada jurnalis Faktakini.com usai Konferensi Pers PA 212 di Kantor PA 212, Jalan Condet Raya nomor 16 Balekambang Jakarta Timur, Selasa (5/6).

SP3 (Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan) kasus chat ini memang sudah lama dinanti-nantikan oleh masyarakat karena alat bukti lemah dan terlalu dipaksakan bahkan yang pertama mengupload fitnah ini pun tidak jelas, sehingga tidak layak naik ke pengadilan.

Foto: KH Slamet Maarif usai konferensi pers PA 212 di Condet, Jakarta Timur (5/6/2018)




11 Responses to "KH Slamet Maarif: Kasus Chat Fiktif Habib Rizieq Sudah SP3"

  1. Alhamdulillah,memang itu yang ditunggu-tunggu umat islam.

    BalasHapus
  2. Bibib cabul.
    Mana ada tukang cabul ngaku cabul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jari mu harimua mu. Di jaga sikap jangan asal omong di medsos. Faham !!!

      Hapus
    2. Kebohongan mulai ter ungap....
      Siapakah di balik semua ini....???

      Hapus
    3. Kebohongan mulai ter ungap....
      Siapakah di balik semua ini....???

      Hapus
    4. tunggu omongan mu adalah harimau mu,tida ada lagi kata maf atau pun matrei buat kamu,Abdul Mujib

      Hapus
    5. Orang spt kamu harus didoakan selama 40 hari 40 mlm

      Hapus
  3. Alhamdulillah saya dari awal mula berfikir Allah SWT pasti memberikan rahmat kepada ummatnya yang selalu istiqomah kepadaNya.

    BalasHapus
  4. Syukur alhamdulillah, meskipun sdh SP3 namun saya berharapa mubahalah Habibina ttp berjalan kepada siapapun yg tlah mendzalimi beliau selama ini, saya sebagai umat muslim sdh kadung sakit hati atas perlakuan mereka kpd ulama2 kita.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel