Dr. Mardani Ali Sera: Gerakan #2019GantiPresiden Dan Fitnah Yang Menimpanya

Sabtu, 9 Juni 2018

Faktakini.com

*Fitnah dan Gerakan #2019GantiPresiden*

By Mardani Ali Sera (Inisiator Gerakan #2109GantiPresiden)

Bismillah wal hamduillah wa ba’du

Izin saya bicara ttg hakikat perjuangan dan hubungannya dg Gerakan #2019GantiPresiden. Sejak awal kami memulakan perjalanan gerakan ini prinsip yg saya tuliskan adalah Beto (Beda Total) bukan Beti (Beda Tipis). Beri hanya menunjukkan kita bisa berkompromi dg kezaliman atau kebatilan. Biasanya kita Beti kalau ada interlocking politic (politik saling mengunci).Sementara Beto bermakna kita meluruskan niat bahwa perjuangan ini semata-mata krn kita ingin ridho Allah Swt dan keutungan ukhrowi krn ini adalah perjuangan. Bukan proyek apalagi keuntungan duniawi.

Dan karena itu kami menyadari ini adalah gerakan sekaligus proses tarbiyah utk kita semua yg terlibat. Tarbiyah utk mendidik diri utk lbh ikhlas lagi mengabdi hanya pada Allah Swt, lebih cerdas lagi menjalankan proses dg pendekatan yg efektif dan mampu mengajak banyak pihak sadar bahwa gerakan ini ingin menyadarkan umat dan publik bahwa di tahun 2019 kita punya kesempatan memilih pemimpin yg lebih baik dan lbh mampu mendekatkan bangsa ini pada karakter baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur.

Dan syukur Alhamdulillah gerakan #2019GantiPresiden melaju dg fantastis. Sejak dideklarasikan pada 6 Mei 2018 di Jakarta oleh para pejuang ikhlas, mujahid dan mujahidah pare relawan, prestasinya terus memenuhi perbincangan publik. Sampai Majalah Tempo edisi 4 Juni 2018 menjadikannya sbg Berita Utama yg dg gamblang dipaparkan data betapa percakapan #2019GantiPresiden berkali lipat lebih banyak dibanding yg lainnya. Bahkan ide takjil, mudik hingga yg fenomenal lagu ciptaan Mas Alang #2019GantiPresiden dalam sehari sdh dilihat oleh 750 rb viewers dan reach mencapai 4 jt an di akun facebook.

Tentu pepatah kian tinggi pohon makan kian kuat angin bertiup adalah sebuah keniscayaan. Bahkan sejak pertama kali gerakan ini dilontarkan saat masih dlm wacana di sebuah stasiun TV, seorang kawan FPI sdh mengingatkan sudah siapkah dikriminalisasi seperti Habib Rizieq? Saya tentu menyadari ttg fitnah, serangan dan black campaign yg bisa menerpa dg gerakan ini. Namun sangat menyadari bahwa dibanding Imam Besar Habib Rizieq Shihab yg dilakukan gerakan ini tidak ada seperseribunya. Baik karena kualitas iman kita apalagi kapasitas ilmu dan keihsanan amal kita. Tapi kami semua menyadari ‘serangan’ itu akan datang.

Dan benarlah di awal Juni menyebar berita dr akun @kakekdetektif dan belakangan diikuti akun @seworld bahwa saya selingkuh dg diantar orang yg paling banyak kontribusinya bagi gerakan ini Mba Neno Warisman, semoga Allah Swt menjaga dan menguatkan Mba Neno dan keluarga thd fitnah ini.

Akun @kakekdetektif dan @seworld (sdh sangat banyak dilaporkan selalu menyerang pejuang umat termasuk saat pilkada DKI kemarin) sdh jelas akun penyebar fitnah dan hoax kelas berat dan sangat merusak demokrasi. Tanpa mengindahkan kaidah jurnalistik dan memasang video mesum entah dr siapa, ditambah group whats app yg isinya membuat saya kasihan karena menghalalkan segala cara. Apatah lagi menuduh Mba Neno dg sangat tidak berdasar. Semoga Allah Swt meninggikan derajat Mba Neno dan keluarga di dunia dan akhirat.

Saya tadinya diam saja. Krn sebesar apapun jika tdk ditanggapi tdk akan membawa hasil. Tapi saya salah karena terpancing wartawati Detikcom Elza yg menanyakan kasus ini. Saya katakan nggak usah ditanggapi berita hoax. Tapi Elza beri alasan bahwa ini perlu klarifikasi karena koan menyebar. Maka saya menjawab itu fitnah dan akunnya akan dilaporkan. Ini serangan panik pada gerakan #2019GantiPresiden.

Dan ternyata detikcom mneggorengnya dg meminta komentar dr bbrp pihak. Yg sedihnya, tanpa klarifikasi atau mungkin juga tdk tahu dr mana sumber berita selingkuh itu datang. Mestinya jika tahu itu dr akun abal2 dan penyebar fitnah dna hoax tanpa kaidah jurnalistik, komentarnya yg menuduh saya syahwat dll sangat memalukan dan menunjukkan kualitas dirinya. Ada bbrp berita yg nampaknya terus dikembangakn detikcom. Awalnya saya percaya dg reputasi detikcom, tapi dg kejadian ini saya menggolongkan detikcom juga bukan media berkarakter yg menjaga agar berita yg dimuat memenuhi kaidah jurnalistik. Saya tdk akan menyerukan boikot detikcom tapi penilaian saya pada detikcom berubah. Walau itu mungkin ulah dari satu dia wartawannya. Tapi sekali berita keluar maka itu menurut saya itu mencerminkan kualitas media bersangkutan.

Detikcom media kedua yg memuat berita dr saya dg latar belakang selingkuh tanpa dasar sedikitpun. Sebelumnya kumparan ada berita sejenis. Tapi saya apresiasi kumparan.com karena saat saya klarifikasi ke Ferio Wartawan Kumparan langsung disampaikan itu opini pembaca dna bisa langsung dihapus oleh saya pada pojok kanan atas. Kumparan tdk ada memuat berita tdk berdasar dan bertentangan dg kaidah jurnalistik. Dan saya langsung katakan bahagia berhubungan selalu dg Kumparan. Utk kasus saya kumparan bekerja tdk seperti detikcom. Lebih baik dan lebih elegan.

Sekarang saya akan menjawab, walau sebetulnya tdk perlu karena ini dasarnya fitnah dan hoax. Selingkuhkan saya dg Mba Neno. Wallahi Demi Allah setitikpun tidak ada pikiran spt itu . Bukan karena istri saya dan Mba Neno kawan yg selalu bertemu dlm bbrp acara tapi karena memang kita bersyukur pada Allah Swt setiap acara dlm gerakan ini selalu menjaga adan dan akhlaqul karimah. Tdk pernah berdua, selalu dijaga hubungan lelaki dan perempuan dan sering kita malah mengajak keluarga dalam acara kita.

Gerakan ini selalu menggaungkan luruskan niat. Saat pertama kali lami berkumpul ditegaskan bahwa gerakan #2019GantiPresiden ini adalah usaha kita utk taqarrub ilallah, mendekatkan diri pada Allah Swt. Kita selalu saling mengingatkan bahwa tujuannya bukan kita ingin jabatan, ingin posisi tapi semata-mata agar umat dan publik sadar bahwa memilih pemimpin itu mesti hati2 dan ditimbang dg masak. Karena jatuh bangunnya negeri banyak bergantung pada integritas dan kapasitas pemimpinnya.

Terakhir, bagi kami fitnah ini tidak akan menghentikan semangat dna kerja kita malah kian menyolidkan kita bahwa ujian itu membuat kita kian mawas diri dan perlu lbh keras lagi mendekat dna memohon perlidungan pada Allah Swt. Dan tdklah fitnah itu merendahkan kita karena kita tdk akan rendah jika kita dekat dan kian dekat dg Allah Swt.

Karena itu saya menyerukan pada dri saya dan semua relawan terus bekerja, terus sadarkan umat dan publik bahwa negeri ini perlu pemimpin yg lebih baik. Dan gerakan #2019GantiPresiden merupakan salah satu ikhtiarnya.

Masjid At Tin, 23 Ramadhan 1438H

NB: dua akun abal2 itu dilaporkan hari ini pada penegak hukum.

0 Response to "Dr. Mardani Ali Sera: Gerakan #2019GantiPresiden Dan Fitnah Yang Menimpanya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel