Usai Baca Puisi SARA Sukmawati Ikuti Jejak Ahok Didemo Umat Islam, Netizen: Kualat Habib Rizieq Lu, Pade!

Kamis, 5 April 2018

Faktakini.com, Jakarta - Masih ingat Ahok? Umat Islam tentu tak akan pernah lupa penista agama Islam yang satu ini.

Ahok pernah berkoar menantang Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Shihab dan mengancam akan membubarkan FPI. Sosok yang memiliki nama asli Zhong Wan Xie ini kemudian didemo jutaan umat Islam yang geram atas ulahnya menistakan Kitab Suci umat Islam, Al-Qur'anulkarim khususnya Surat Al-Maidah ayat 51.

Di Pilgub DKI 2017 Ahok yang berpasangan dengan Djarot dikalahkan dengan telak oleh pasangan Anies-Sandi yang didukung oleh Habib Rizieq dan umat Islam termasuk para Alumni Aksi Bela Islam 212 yang fenomenal itu.

Seakan derita kekalahan itu masih belum cukup, Ahok kemudian divonis hukuman penjara selama dua tahun oleh Majelis Hakim PN Jakarta Utara karena terbukti bersalah telah menistakan agama Islam dan saat ini ia sudah mendekam di Rutan Mako Brimob.

Nasib yang hampir sama kini seperti sedang diikuti oleh Sukmawati Soekarnoputri yang pekan lalu membaca puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang isinya diyakini telah menghina Syariat Islam, Cadar dan Suara Adzan.

Sosok yang diduga kuat telah memalsukan ijazah SMAN 3 dan 22 saat berusaha jadi Caleg untuk Pemilu 2009 itu kini sedang didemo dan dituntut oleh umat Islam untuk segera diproses hukum.

Kabar terakhir memang dikabarkan Sukmawati akhirnya meminta maaf. Namun permintaan maaf itu baru ia lakukan setelah kemarahan umat Islam telah meluas dimana-mana dan laporan kepolisian terhadapnya sudah banyak dilakukan.

Dan juga ia baru mau meminta maaf setelah umat Islam mengumumkan akan melakukan Aksi Bela Islam pada hari Jum'at, 6/4 di Jakarta, Medan, Serang, Tasikmalaya, Poso dan kota-kota lain untuk menuntut Sukmawati segera diproses hukum.

Padahal sejak tahun 2016 lalu Sukmawati begitu ngotot ingin memproses hukum Habib Rizieq Shihab soal Pancasila padahal tuduhan Sukmawati yang dikenal sebagai sahabat dekat Ahok itu terkesan sangat dipaksakan.

Bahkan saat itu dengan penuh keangkuhan Sukmawati menyatakan bahwa ia adalah putri seorang Proklamator dan Pahlawan Nasional dan ia tak mau mencabut laporannya!

Sebagai berikut:

.....
http://regional.kontan.co.id/news/sukmawati-tak-akan-cabut-laporan-terhadap-rizieq

Sukmawati tak akan cabut laporan terhadap Habib Rizieq

Oleh: Dupla Kartini
Jumat, 13 Januari 2017 17:11 WIB

BANDUNG. Pelapor kasus penistaan Pancasila yang diduga dilakukan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Sukmawati Soekarnoputri mendatangi Polda Jabar. Kedatangannya untuk mengecek perkembangan kasus yang ditangani Polda Jabar tersebut.

Sukmawati yang ditemani tim pengacaranya menegaskan, akan meneruskan kasus tersebut.

“Tidak mungkin seorang Sukmawati, putri seorang proklamator, saya putri pahlawan nasional yang kami semua hormati, untuk mencabut laporan dan meminta maaf pada suatu kelakuan yang keliru,” katanya.

Sukmawati malah meminta Habib Rizieq untuk meminta maaf. “Saya malah justru menganjurkan dia (Habib Rizieq) yang harus minta maaf. Bukan hanya kepada keluarga proklamator tapi juga pada keluarga kaum nasionalis bangsa Indonesia,” tuturnya.

“Ia juga (harus minta maaf) kepada orang-orang yang sudah disakiti dengan kata-katanya yang tidak berakhlak, sangat kasar. Saya tidak pernah mendengar ada ulama yang demikian,” ungkapnya.
.....

Dan:

.....
https://www.liputan6.com/news/read/2826785/sukmawati-tolak-cabut-laporan-penodaan-pancasila-rizieq-shihab

Sukmawati Tolak Cabut Laporan Penodaan Pancasila Rizieq Shihab

Oleh Aditya Prakasa pada 13 Jan 2017, 18:05 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Pelapor kasus dugaan penodaan Pancasila oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, yaitu Sukmawati Sukarnoputri akan tetap melanjutkan perkara tersebut. Dia pun menolak meminta maaf seperti yang diinginkan Rizieq.

"Kemarin dia (Habib Rizieq) bilang kalau saya harus mencabut laporan dan meminta maaf. Saya malah justru akan terus melanjutkan dan harusnya dia yang meminta maaf, bukan saja ke kaum nasionalis, tapi juga bangsa yang sudah disakiti dengan kata-katanya," ujar Sukmawati saat mendatangi Markas Polda Jabar, di Kota Bandung, Jumat (13/1/2017).

Sukma mengaku siap jika Habib Rizieq Shihab melaporkan dia ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, seperti yang dituduhkan oleh‎ Rizieq.

"Saya siap. Sekali lagi harusnya dia meminta maaf kalau memang laki-laki," kata Sukmawati.

Terkait ucapan Habib Rizieq yang menyebut Sukmawati gagal paham mengenai tesis S2-nya, Sukmawati tidak ambil pusing. Yang pasti, ujar dia, ia melaporkan ucapan Habib Rizieq yang terekam di video.

"Saya enggak tahu tesis dia atau apa. Utamanya, kata-kata dia yang yang enggak berakhlak. Dia enggak bisa berkelit, itu suara dia, kata-katanya jelas," beber Sukmawati.

Sukma pun memastikan bahwa video ceramah yang menjadi barang b‎ukti pelaporan kepada polisi adalah asli. Dia mengaku telah memeriksa keabsahan video tersebut dengan tim IT.

"Saya kaget melihat video itu, dan kami juga ada IT yang kita bahas video itu apakah rekayasa, tapi tidak (asli). Semua kita lihat itu betul-betul kata-kata dia," ujar Sukmawati.

Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar Kamis 12 Januari kemarin, Habib Rizieq Shihab meminta Sukmawati mencabut laporannya dan meminta maaf kepadanya. Jika masih melanjutkan, Habib Rizieq mengancam akan melaporkan balik Sukmawati atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Lebih baik Sukmawati mencabut laporan dan minta maaf, kami maafkan dan kami tidak perkarakan. Tapi kalau yang bersangkutan mengkriminalisasi tesis ilmiah ya kita akan lapor balik, jadi kembali kepada Sukmawati‎," ujar Habib Rizieq Shihab.
.....

Karena itu nasib apes yang menimpa Ahok dan kini Sukmawati dinilai oleh mayoritas umat Islam karena mereka berdua kualat terhadap Habib Rizieq Shihab, Ulama yang mereka musuhi.

"Kualat Habib Rizieq Lu, Pade!", begitu kira-kira bahasa Betawinya.

Foto: Habib Rizieq Shihab

0 Response to "Usai Baca Puisi SARA Sukmawati Ikuti Jejak Ahok Didemo Umat Islam, Netizen: Kualat Habib Rizieq Lu, Pade!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel