Adil Amanah Terpercaya

Panas

Senin, 16 April 2018

Ini Musa Rajekshah Pembalap Keren Cawagub Sumut, Netizen: ERAMAS Menang!

Selasa, 17 April 2018

Faktakini.com, Jakarta - Bagi warga Medan khususnya penggemar otomotif, tentu cukup familiar dengan sosok pria yang satu ini. Berpenampilan kalem nan berwibawa, pria yang akrab disapa Ijeck ini cukup dikenal sebagai orang yang terus mengabdikan dirinya membesarkan olahraga otomotif.

YA, lihat saja Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara (Sumut) di bawah kepemimpinannya mampu bergeliat mengangkat nama Sumatera Utara.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bahkan dapat memberi kontribusi besar terhadap pembangunan di daerah ini. Apalagi, kontribusi Ijeck itu sama sekali tanpa pamrih karena berdasarkan kecintaannya terhadap olahraga otomotif.

Terlahir dari keluarga besar H. Anif , pria kelahiran Medan, 1 April 1974 ini, tentunya tak heran dapat dengan mudah mendapatkan keinginannya. Seperti jabatan di beberapa organisasi maupun perusahaan yang saat ini dipimpinnya, paling tidak, hal itu yang terbersit di pikiran orang banyak.

Namun diakuinya hal itu cukup salah kaprah, Ijeck mendapatkan amanah itu bukanlah sesuatu yang terbilang instan, tapi melalui sebuah proses. Baik di Pengprov IMI Sumut, Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Pengurus Daerah Persatuan Menembak Indonesia (Pengda Perbakin) Sumut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumut, hingga posisi puncak sebagai Direktur Utama PT Anugerah Langkat Makmur.

Seperti halnya di Pengprov IMI Sumut. Ijeck yang sudah dua periode menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) masih didukung penuh insan otomotif Sumut untuk memimpin lagi roda organisasi olahraga otomotif ini untuk lima tahun ke depan. Padahal sesuai AD/RT di IMI terdapat peraturan hanya memperbolehkan dua periode saja menjabat secara berturut-turut sebagai Ketum. Namun sebagai pimpinan, Ijeck tetap tunduk pada peraturan organisasi. Dirinya tidak mau melanggar peraturan yang sudah ditetapkan meskipun rasa cintanya terhadap olahraga ini cukuplah besar.

“Satu, kita lihat aturan, AD/RT tentu sudah mengatur itu. Walaupun ada beberapa kawan-kawan klub dan pengurus menyatakan bahwa itu bisa diubah, tapi saya tidak mau karena saya, itu diubah. Karena kita bukan hanya berpikir Sumatera Utara, tetapi Indonesia. Kedua, saya melihat kepemimpinan yang terlalu lama juga akan jenuh. Biar ada ya, kalau ada yang baru kan ada semangat baru,” kata Ijeck kepada MedanBisnis, beberapa waktu lalu.

Meskipun dirinya tidak lagi menjabat sebagai pengurus, hal itu tidak masalah baginya. Bahkan, Ijeck mengaku siapa pun ketua yang terpilih, sekalipun dirinya tidak lagi pengurus, maka tetap ia dukung. “Saya mau di organisasi ini karena hobi, saya bukan cari popularitas. Karena hobi itu, siapa pun yang terpilih sebagai ketua, tetap saya dukung,” katanya lagi. Ijeck juga menampik bahwa semua yang dilakukannya selama ini demi satu tujuan politik.

“Tidak ada terfikirkan sedikit pun, termimpikan pun enggak. Karena saya enggak kepingin jadi apa pun di Sumatera Utara. Apa yang saya lakukan selama ini semata-mata murni karena amanah jabatan. Mudah-mudahan sampai kapan pun saya tidak akan berubah, karena saya tidak ingin jadi apapun di pemerintahan. Saya hanya pengen melakukan untuk masyarakat,” jawab suami Sri Ayu Mihari ini kembali.

Cukup diakui, kontribusi Ijeck untuk perkembangan olahraga otomotif di Sumut cukuplah banyak. Selain prestasi, peranan Ijeck dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana seperti hadirnya sirkuit Sprint Rally Cemara Abadi atau sirkuit multi fungsi di Jalan Pancing, cukuplah mendapat acungan jempol. Meskipun sejauh ini keberadaan sirkuit khususnya di kawasan Jalan Pancing tersebut mendapat ‘gangguan’ namun Ijeck terus berupaya keras agar sarana olahraga bagi pecinta olahraga balap itu dapat terus ada.

“Ya mengenai itu masalah internal pemerintah. Sejauh ini peranan IMI Sumut sebagai pengelola juga belum ditarik. Jadi selagi Sumut masih dipercaya, Pengprov IMI Sumut akan menggunakannya untuk kemajuan prestasi para atlet otomotif,” tambah Ayah empat anak tersebut.

Diberi Jempol

Kepemimpinan Ijeck di Pengprov IMI Sumut memang cukup mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Tidak hanya Sumatera Utara, nusantara hingga internasional cukup memberi jempol atas kinerjanya selama memimpin Pengprov IMI Sumut selama dua periode.

Bahkan beberapa waktu lalu gebrakannya cukup dirasakan insan otomotif nasional dengan menghadirkan Sumatera Bike Week 2012 yang digelar di Lapangan Benteng Medan. Begitu juga dengan World Rally Championship (WRC) yang diikuti pebalap internasional. “Sebenarnya dari even yang kita gelar dapat bermanfaat untuk semua masyarakat, tinggal bagaimana pemerintah daerah menindaklanjutinya sehingga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” bilang Ijeck yang telah menyelesaikan program S2 Hukum Ekonomi di USU tersebut.

Diketahui, Pengprov IMI Sumut akan menggelar 182 event pada 2013 nanti. Tentunya dengan jumlah even tersebut harapannya para remaja dapat mengapresiasikan diri khususnya peminat otomotif pada jalur yang positif. Terlebih lagi sehubungan maraknya tindak kriminal yang dilakukan remaja pengguna sepedamotor, menurut Ijeck pencapaian Pengprov IMI Sumut tapi bertujuan untuk meminimalisir hal tersebut.

“Saya berharap setiap even yang digelar dapat bermamfaat terlebih lagi mengikutkan kegiatan bakti sosial. Dengan demikian, masyarakat turut merasakan arti kehadiran Pengprov IMI Sumut ini. Maka dengan meningkatnya kerjasama antara pengurus, klub, atlet insan olahraga otomotif hingga pemerintah, saya yakin mudah-mudahan semua yang dilakukan membawa prestasi yang lebih baik lagi,” yakin Ijeck.

Buah Jatuh tak Jauh dari Pohonnya
Pepatah di atas sepertinya layak disandang, Ijeck. Bagaimana tidak, hobi bermotor sebenarnya adalah warisan dari orangtuanya. Sekitar tahun 1996, ayahnya aktif di komunitas Harley Davidson. Baru pada tahun 2004, giliran Ijeck sebagai penerusnya mengaktifkan lagi komunitas yang pernah ditekuni sang ayah tercinta, H. Anif.

Sebagai salah satu tokoh otomotif di daerah ini, pria yang merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara ini, telah menampakkan bakatnya sejak usia sembilan tahun tepatnya saat duduk di kelas IV SD (1983). Saat itu, dirinya sudah mahir mengemudikan mobil. Area perkebunan kelapa sawit sekitar rumah pun menjadi rute harian dengan mobil Jeep menjadi tunggangannya.

Even pertama dilakoni Ijeck ketika duduk di kelas satu SMP (1986) yaitu Grasstrack mobil di Medan. Kala itu mobil Toyota Hardtop menjadi andalannya. Menginjak remaja, lintasan reli menjadi santapan sehari-hari. Mobil Corolla DX menjadi andalan Ijeck ketika kali pertama berkecimpung. Perlahan dan pasti, sirkuit reli di Medan yang diakui beberapa pereli memang memiliki karakter ekstrim karena terdapat unsur tanah, pasir, maupun lumpur telah mampu ditaklukkannya.

Beberapa prestasi dan penghargaan di dunia otomotif pun diraihnya. Urutan II Nasional Speed of Road dan Atlet Nasional di 2005. Panggilan jiwa sebagai pereli dan insan otomotif menjadi motivasi tersendiri baginya ketika dipercaya sebagai Ketua Umum Pengprov IMI Sumut sejak 2003 lalu. Gebrakan terbesarnya adalah pembangunan beberapa sirkuit permanen di wilayah Medan.

Selain reli, ketertarikan Ijeck pada dunia otomotif lainnya adalah motor Harley Davidson. Dalam kepemimpinannya, HDCI Sumut sebagai klub pecinta Harley menampilkan citra yang merakyat. Ijeck berkeinginan agar kehadiran HDCI Sumut juga dapat dirasakan masyarakat. “Untuk itu kita selalu menggelar bakti sosial di setiap touring yang kita laksanakan,” pungkas Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Medan tersebut.(zulfadli siregar)

Biodata
Nama Lengkap : H. Musa Rajekshah
Nama Panggilan : Ijeck
Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 1 April 1974
Orangtua : H. Anif
Istri : Sri Ayu Mihari
Anak : Arjiansyah, Anisa, Fahira dan Musanif
Pendidikan : S-I Fisipol UISU (1998) dan S-2 Hukum Ekonomi di USU
Pekerjaan : Komisaris PT. Anugerah Langkat Makmur
Organisasi : Ketua Pengprov IMI Sumut (2 Periode), Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Pengurus Daerah Persatuan Menembak Indonesia (Pengda Perbakin) Sumut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar