Wartawan Senior Kritik Keras Metro TV Yang Tak Henti-Henti Menghasut Dan Menyerang Anies

Selasa, 27 Maret 2018

MetroTV, Ancaman Mendagri, dan Cara Kerja Ombudsman RI

By Bang Asyari Usman

MetroTV lagi, haha. Pagi tadi, TV yang serba-anti ini membahas peringatan dari Ombudsman RI (ORI) terhadap Gubernur Anies Baswedan. Menurut ORI, Anies tidak kompeten mengelola pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang. Terus, Mendagri mengeluarkan ancaman kepada Anies jika dia tidak mematuhi rekomendasi ORI.

MetroTV menggaungkan ancaman Mendagri untuk membebastugaskan Anies kalau dia tidak mematuhi rekomendasi ORI. Begitu bersemangat Elman Saragih membacakan Editorial Media Indonesia (MI) di MetroTV yang intinya hanya berupa ketidaksukaan mereka terhadap Anies. Mereka membuat caption “Gubernur Ruwet” untuk menggambarkan bahwa Anies tidak mampu menjalankan tugas.

Ada beberapa poin yang dapat kita sarikan dari acara MetroTV itu.

Pertama, bagi stasiun TV ini tidak ada satu pun yang bagus dari Anies-Sandi. Bagi mereka, hanya Ahok yang bisa menjadi gubernur DKI. MetroTV adalah stasiun TV yang paling berbahaya di Indonesia. Konten acaranya, disengaja atau tidak, kebanyakan bersifat menghasut dan memperkuat perpecahan bangsa.

Kedua, ORI pantas dipertanyakan cara kerjanya. Terasa sekali lembaga ini tidak netral. Kita mau bertanya, mengapa ORI tdak berperan ketika proyek reklamasi Teluk Jakarta sarat dengan masalah ekosistem dan dampak sosialnya. Kenapa ORI bersembunyi?

Ketiga, kenapa ORI tidak mengeluarkan sikap terkait pengduan warga maayarakat yang menduga terjadi penyalahgunaan Istana untuk kepentingan pribadi Jokowi ketika beliau membahas strategi pemenangan Pilpres 2019 bersama pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)?

Keempat, apakah wajar Mendagri mengeluarkan ancaman untuk membebastugaskan Anies hanya gara-gara tidak mematuhi rekomendasi ORI soal pengelolaan pedagang kaki lima Tanah Abang? Kenapa tidak pernah mengancam Ahok ketiga dia dulu banyak melakukan kesalahan prosedur?

Semoga MetroTV menyadari sikap partisannya dalam menyajikan pembahasan berbagai isu politik dan sosial. Kalau Anda terus seperti sekarang, itu Anda sedang menjerumuskan masyarakat ke jurang partisan dan potensi konflik.

Kita juga mengimbau Mendagri agar tidak ikut-ikutan partisan seperti MetroTV atau mungkin juga ORI. Anda adalah pejabat publik yang diamanatkan bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan partisan.

Penulis adalah wartawan senior/mantan wartawan BBC

Foto: Jurnalis Metro TV saat dibully oleh umat Islam karena kesal media ini dalam pemberitaannya sangat berpihak dan selalu menyerang umat Islam sehingga umat Islam ini mengolok-olok Stasiun  TV pembela nomor satu Ahok penista agama Islam ini dengan sebutan "Metro TiVu"

3 Responses to "Wartawan Senior Kritik Keras Metro TV Yang Tak Henti-Henti Menghasut Dan Menyerang Anies"

  1. Mengingat sifat media yang menguasai hajat hidup orang banyak sebaiknya, seharusnya metro tv dan media indonesia sbg anak medianya layak dibredel daripada terus membuat pembodohan, perpecahan, intoleransi, meresahkan di tanah air berujung membawa kerusakan dan kehancuran bagi NKRI. Nyata tindak tanduknya sudah jauh dari profesional jurnalis. Bukan media Indonesia seperti itu. Mau bukti berapa lagi. Berharap KPI bertindak tegas tak perlu ragu. Masih banyak media Indonesia yang bagus (!)

    BalasHapus
  2. Harusnya metro tv profesional, objektif dan bijak dlm memberitakan objek nya. Kembalilah pd kode etik jurnalistik, kembalilah pd jalan yg benar. Agr tdk memalukan insan pers.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel