Jaya Suprana: Fenomena Londonistan Di Inggris

Selasa, 13 Maret 2018

Tulisan Jaya Suprana yang layak disimak menghadapi gejala Islamophobia di Indonesia.
Fenomena Londonistan*

Oleh: Jaya Suprana .

SAYA memang tahu ada nama Pakistan, Afghanistan, Turkistan, Kazhakstan, Kirgistan, Uzbekistan dan lain-lain nama berakhiran *“stan”*. Namun saya tidak tahu bahwa ternyata ada pula nama *Londonistan*.

Ternyata Londonistan adalah julukan terbaru bagi sebuah kota yang bernama London . Yang menciptakan julukan Londonistan adalah _jurnalis terkemuka_, *Melanie Phillips*, demi melukiskan betapa besar pengaruh Islam terhadap ibukota Inggris di masa kini.

*Sejak 2001 sampai dengan 2016*, di *London* telah didirikan *423 mesjid baru* sementara *sekitar 500 gereja telah ditutup*. *The Hyatt United Chuch* dibeli oleh umat Islam dari *Mesir* dan diubah menjadi masjid.

Sama halnya dengan gereja *Santo Peter* dirubah menjadi masjid *Madina*. *Masjid Brick Lane* semula adalah sebuah *gereja Methodist*. Bukan hanya bangunan yang berubah sebab pada tahun *2016* jumlah kaum *Mualaf* di kota *Londonistan* *meningkat dua kali lipat*.

*The Daily Mail* sengaja secara khusus mempublikasikan serial foto fakta Londonistan antara lain dengan foto sebuah masjid dan sebuah gereja bertetangga di pusat kota Londonistan. Atau adegan di dalam gereja *San Giorgio* yang berkapasitas tampung *1.230 jemaat* namun *hanya hadir 12 orang pada upacara misa*. *Hanya 20 orang* tampak hadir di dalam *katedral Santa Maria*.

Masjid di kawasan *Brune Street Etatate* punya masalah beda akibat daya tampung *hanya maksimal 100 orang* maka setiap Jumat, umat terpaksa meluber ke jalanan. *Walikota London* masa kini adalah *Muslim*.
*Ceri Peach* dari *Universitas Oxford* menyatakan *homogenitas umat beragama di Inggris masa kini memudar akibat dominasi Kristen memang melenyap*. _Direktur The National Secular Society_, *Keith Porteus Wood* yakin bahwa di Inggris *dalam 20 tahun mendatang* *jumlah Muslim akan lebih besar ketimbang jumlah Nasrani*.

Menurut riset *NatCen Social Research Institute* jumlah umat *Anglican* pada lingkup waktu *2012 sampai dengan 2014* mengalami kemerosotan menjadi *sekitar 1,7 juta*, sementara jumlah *umat Islam di Inggris* meningkat menjadi *satu juta* insan. *Demografikal*, umat beragama di *Manchester 15,8 persen Muslim*, *Birmingham 15,8 persen* bahkan *Bradford 24,7 persen*.

Wajar apabila para *penderita Islamophobia* makin dilanda gelisah paranoid bahwa gelombang bencana Islamisasi sedang melanda Inggris. Namun bagi mereka yang mengerti *kodrat proses peradaban*, sama sekali tidak merasakan apalagi menganggap fenomena Londonistan sebagai suatu mimpi buruk di malam hari.

*Gejala Londonistan sekadar ekspresi perubahan peta demografik keagamaan di Inggris di mana kebetulan agama Nasrani sedang mengalami masa pasca kematangan sementara Islam sedang mengalami masa pertumbuhan*.

*Kemerosotan jumlah umat Kristen bukan akibat pertumbuhan Islam*. Ketika masih belajar kemudian mengajar di Jerman pada tahun *70an* *abad XX* di mana umat Islam setempat masih dalam jumlah sangat terbatas, saya pribadi sudah menyaksikan bagaimana jumlah umat Kristen yang rajin ke gereja terus menerus merosot.

Jumlah warga yang secara adminisratif ke luar dari agama Kristen makin banyak akibat keberatan membayar *pajak gereja* yang secara legal wajib dipotongkan langsung dari salaris bulanan. Terutama generasi muda Jerman pada masa itu sudah mulai menganggap agama Kristen sudah tidak relevan akibat tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Maka dapat disimpulkan bahwa *apa yang disebut sebagai Islamophobia sebenarnya hanya suatu penyakit jenis khayal yang sengaja direkayasa oleh mereka yang merasa kepentingannya terancam akibat tumbuhnya jumlah umat Islam*.

Sehingga meski pun pada kenyataan *mayoritas pelaku kekerasan terorisme* di bumi *Amerika Serikat* sebenarnya *bukan Muslim*, namun *Donald Trump* dan para pendukungnya sengaja membiasakan diri untuk menggunakan istilah *"teroris Islam radikal"*.

(*) _Penulis adalah pembelajar peradaban_
Dicopypaste dari sumber:

http://m.rmol.co/read/
2017/04/08/286891/Fenomena-Londonistan-
[12/8, 15:10] +62 858-1414-2548: TAKE OVER Inggris yang harus disalahkan karena pasif mengalah pada invasi Muslim?

Walikota London ... MUSLIM
Walikota Birmingham ... MUSLIM
Walikota Leeds ... MUSLIM
Walikota Blackburn ... MUSLIM
Walikota Sheffield ... MUSLIM
Walikota Oxford ... MUSLIM
Walikota Luton ... MUSLIM
Walikota Oldham ... MUSLIM
Walikota Rockdale ...

Sekarang semua sekolah di Inggris HANYA melayani DAGING HALAL!
Semua ini dicapai oleh hanya 4 juta Muslim dari 66 juta penduduk !!!
Ini adalah pembuka mata.
# Ayoteruslahberdakwah

0 Response to "Jaya Suprana: Fenomena Londonistan Di Inggris"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel