Terbongkar! Ternyata Sopir Angkot Di Tanah Abang Diancam Dan Dipaksa Oknum Untuk Mendemo Anies-Sandi

Penyebab Demo sopir angkutan kota (Angkot) yang beroperasi di Tanah Abang beberapa waktu lalu terungkap. Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan, ada yang menggerakkan sopir dan juga mengancam agar mereka melakukan aksi demo.

"Ini kan yang digerakkan para sopir. Kan kita undang sopirnya. Kita tanya sopirnya. Dia merasa diancam," kata Shafruhan di Balai Kota, Selasa 30 Januari 2018

Menurut Shafruhan, Organda tidak mempermasalahkan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menutup jalan Jatibaru. Namun, ada oknum yang menggerakkan sopir berdemo. Shafruhan menerima laporan soal adanya oknum tersebut sebelum demo berlangsung.

"Sabtu-Minggu yang lalu itu jadi sudah kita kumpulkan pengemudi-pengemudi M08 dan M10, mereka sebenarnya tidak mau ada demo. Namun mereka merasa diancam," ujarnya.

Meski mendapatkan informasi terkait mobilisasi sopir angkot, namun Shafruhan tidak mengetahui siapa yang memobilisasi para sopir angkot itu. Karena para sopir telah dimintai keterangan namun tak mendapat informasi jelas siapa yang mengancamnya.

"Jadi ini ada kelompok-kelompok yang kita juga tidak tahu. Organda bukan partai politik. Organda adalah organisasi profesional. Jadi lingkungan pengusaha kita, kita tidak masuk wilayah politik gitu," ujarnya.

Sumber: Vivanews

22 Responses to "Terbongkar! Ternyata Sopir Angkot Di Tanah Abang Diancam Dan Dipaksa Oknum Untuk Mendemo Anies-Sandi"

  1. Kalah jadi SRNGKUNI..
    berlapang dadalah.. terima kekalahan dan mari kita dukung supaya maju bangsa ini..

    BalasHapus
  2. Siapa lagi gak akan jauh dari lingkaran Banteng

    BalasHapus
  3. Memang sangat sulit menghapus kedengkian akibat kekalahan..

    BalasHapus
  4. Cari penghasut nya ceplungkan ke empang yg bayak kodok nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanggung mas...kl cuma kodok.. Empang yg banyak buaya laper.

      Hapus
  5. Semoga pak anis sandi dan Tim selalu dalam perlindungan Allah Subhanahu wata’ala

    BalasHapus
  6. Sudah terbaca kok siapa yg suka demo.. paling juga orang2 yg suka demo jaman SBY... yg nangis2 waktu SBY naikkin BBM & PLN.. siapa dia? Cung yg tau

    BalasHapus
  7. Kedengkian itu akan sulit hilang bagi mereka2 yg memuja seseorang secara berlebihan. Akibatnya berbagai cara dilakukan karena sang pujaan kalah

    BalasHapus
  8. la kok malah ada yg ngancam jangan dengki brow ummat muslim amanah dan rahmatanlilalamin Gubenur dan wakil nya orang cerdas dan tajir dia tau apa yg baik buat warganya

    BalasHapus
  9. KALO CUMA JADI DURI DALAM DAGING COPOT SEMUA PEJABAT YANG HASIL AKAL AKALAN AHOK

    MAU APA COBA ???

    BalasHapus
  10. Manusia, kalau OTAK dan PIKIRANNYA sudah DIRASUKI KEBENCIAN, KEDENGKIAN, TAK TERIMA KEKALAHAN... Susah di ajak kompromi... Harusnya Manusia seperti itu di apain ya 🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg bgsnya dibuang kelaut biar sipaus yg caplok udh mati trus dimuntahin.

      Hapus
  11. Kok sebegitu solotnya,repot amat orang di provokasi disuruh demo segala.kasihan deeeh loh.

    Mana Sportivitasnya iri dan dengki bukanlah menjadi kekuatan.

    Ini berdasarkan pilihan rakyat Jakarta,bukan dari bagian golongan murahan.

    BalasHapus
  12. Saya idem dengan yang diatas, tak jauh2 dari lingkaran si merah cs.
    Efek kalah pilkada..

    BalasHapus
  13. Merah cs akan selalu menunggu kesempatan untuk menggulingkan gubernur terpilih melalui celah apapun. Akan ada lagi tuntutan dan gugatan terbaru selain masalah jalan tol

    BalasHapus
  14. Muslimin NKRI atas Kuasanya Allah SWT Alhamdulillah sdh dpt membedakan mana yg tulus dan mana kepura-puraan,
    2018 & 2019 Muslimin bersatu dlm politik.

    BalasHapus
  15. Muslimin NKRI atas Kuasanya Allah SWT Alhamdulillah sdh dpt membedakan mana yg tulus dan mana kepura-puraan,
    2018 & 2019 Muslimin bersatu dlm politik.

    BalasHapus
  16. Yg tukang ngompori pasti partai yg sdh dekat ke komunis cina. Harus dibangkrutkan di 2019 nanti

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel