Adil Amanah Terpercaya

Panas

Rabu, 31 Januari 2018

Ribuan Umat Islam Bogor Protes Ormas-Ormas Islam Disebut Radikal Oleh Kemenag Kabupaten Bogor, Ujang Ruhiyat Akhirnya Minta Maaf






Kamis, 1 Februari 2018

Bogor - Hari ini, Kamis 1/2/2018 ribuan umat Islam dari berbagai ormas termasuk FPI mengadakan aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Agama kota Bogor, Jawa Barat.

Aksi ini dilakukan sebagai aksi protes bahwa ormas-ormas Islam dikatakan sebagai ormas radikal oleh Kementerian Agama Bogor dalam sebuah seminar di Kampus STIT Sirojul Falah, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Ditemui perwalilan pengunjuk rasa, Ujang Ruhiyat akhirnya mengakui kesalahannya dan memohon maaf.

Hari ini (Kab.Bogor 10/2), Ribuan massa umat Islam dari berbagai ormas termasuk dari Front Pembela Islam Bogor Raya melaksanakan Aksi unjuk rasa Damai di Kementrian Agama Kab.Bogor.

Aksi tersebut digelar terkait statement H.Ujang Ruhyat ( Wakaf, Amil Zakat Kemenag Kab.Bogor ) dalam materi seminar kekhilafan yang disampaikan di Kampus STIT Sirojul Falah, Cibinong, H.Ujang Ruhyat menuliskan bahwa Ormas Islam seperti FPI, MMI, HTI dan Laskar Jihad adalah Radikal.

Dalam kesempatan ini Kemenag Kab.Bogor menerima perwakilan FPI Bogor Raya dan ormas-ormas Islam yang di pimpin Habib.Hasan Assegaf, perwakilan langsung diterima oleh Kakanwil Kementrian Agama H.Dadang Ramdani M.Si

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kemenag Kab.Bogor menyampaikan maaf atas hal yang terjadi, dan apa yang dilaksanakan oleh H.Ujang Ruhyat tidak diketahui oleh Kantor Kementrian Agama Kab.Bogor.

H.Ujang Ruhyat menyampaikan permintaan maaf kepada ormas Islam yang telah di sebut dalam materi seminarnya dan akan menarik semua materi yang telah disebar dalam kegiatan seminar serta tidak akan mengulanginya kembali.

Pernyataan Maaf H.Ujang Ruhyat tersebut disampaikan pula di depan massa aksi :

Assalamu’alaikum Wr. Wb., Menyikapi persoalan yang berkembang di media sosial, berita online dan cetak serta berita yang berkembang di masyarakat mengenai adanya informasi materi dari makalah yang berjudul ‘Penanganan Radikalisme Islam di Lembaga Pendidikan. 

Makalah ini disampaikan ketika menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan di Kampus STIT Sirojul Falah Cibinong, yang membuat polemik dan kegaduhan di masyarakat, serta menyinggung beberapa ormas islam yang ada.

Atas kegaduhan dan ketidaknyamanan dengan hal yang terjadi saat ini, maka saya menyampaikan beberapa klarifikasi atau penjelasan :

(1) Perlu saya jelaskan sesungguhnya posisi pikiran saya tidak ansieh seperti itu adanya, melainkan semata-mata mengungkap pikiran yang pernah berkembang dan mengemuka di masyarakat untuk menjaga situasi eksistensi keberadaan FPI, HTI, MMI dan laskar Jihad.

(2) Adapun materi dalam makalah tersebut murni refresentasi saya pribadi tidak ada kaitannya dengan kelembagaan Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Karena saya hadir disana murni sebagai dosen dalam diskusi tersebut.

(3) Saya siap bertanggungjawab atas hal-hal yang terjadi, dan meminta kepada semua pihak agar memaklumi kekhilfan yang terjadi karena saya pun hanya manusia biasa yang tidak terlepas dari kekurangan, keterbasatan dan kekhilafan dalam berbagai hal.

(4) Dengan ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan yang disampaikan diacara diskusi Kampus STIT Sirojul Falah, Cibinong. Khususnya kepada 4 ormas yang dimasukan kedalam kajian makalah saya.

Demikian klarifikasi dan permohonan maaf yang saya buat, semoga semua pihak bisa memaafkan kekhilafan yang terjadi yang disebabkan oleh perbuatan yang saya lakukan. Dan saya berharap, ini jadi pembelajaran mendalam bagi saya baik dalam bekerja maupun berkehidupan, berbangsa dan bernegara.

Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Seusai aksi, para peserta aksi dengan tertib membubarkan diri dan membersihkan seluruh sampah yang ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar