Inilah Kronologis Ahok 13 Kali Dihadang, Diusir Dan Kabuuur Diudak-Udak Warga Jakarta!



Jakarta - Alhamdulillah saat ini warga Jakarta sangat bersyukur dipimpin oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai kemenangan Super Telak mereka melawan pasangan incumbent Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017 lalu.

Anies-Sandi yang baru 100 hari menjabat terus menuai prestasi demi prestasi sehingga sangat dicintai oleh warga Jakarta, kemanapun mereka pergi tak pernah dikawal secara berlebihan karena mereka tidak punya musuh.

Sungguh sangat berbeda dengan Ahok yang harus dikawal secara besar-besaran saat pergi kemanapun hanya demi untuk menyelamatkan nyawanya.

Ini adalah pelajaran penting bagi kita semua bahwa sosok yang dibenci oleh masyarakat seperti si Ahok ini, sampai kapanpun tetap akan ditolak oleh masyarakat, walaupun ia telah melakukan pencitraan habis-habisan dan didukung aparat pemerintah.

Buktinya sejak hari Rabu 15 Juni 2016 di bulan Ramadhan sudah puluhan kali kunjungan Zhong Wan Xie alias Ahok semasa menjabat sebagaj Gubernur DKI ditolak, dihadang dan diusir secara hina oleh warga Jakarta.

Media-media corong Ahok semacam Kompas, Metro TV, Detik dan sejenisnya memang sudah berusaha mati-matian untuk menutup-nutupi fakta memalukan tersebut.

Namun alhamdulillah arus informasi penolakan, penghadangan dan pengusiran terhadap Ahok oleh warga masyarakat tersebut masih bisa tersebar luas lewat media sosial, sebagai berikut tigabelas kronologis diantaranya selengkapnya:

1. Hari Rabu tanggal 15 Juni 2016 tepat di bulan Ramadhan, Ahok berencana mengunjungi Masjid Al-Inayah, Komplek Merpati, Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Walau bukan seorang muslim dan ikut berpuasapun tidak, namun Ahok ingin ikut makan-makan bareng alias berbuka puasa bersama warga masyarakat Kalideres dan sekitarnya dalam acara kunjungan yang diberi tajuk “Safari Ramadhan”, di Masjid Al-Inayah, Komplek Merpati, Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, Rabu 15/6/2016.

Bagi warga masyarakat setempat itu adalah bagian dari kampanye terselubung Ahok menuju Pilgub DKI 2017.

Warga Kalideres kompak menyatakan menolak keras Masjid yang merupakan tempat suci bagi umat Islam untuk dikotori dan diinjak-injak oleh Ahok. Apalagi di Bulan Suci Ramadhan, Bulan yang sangat mulia bagi umat Islam.

Mereka menyatakan penolakan keras atas rencana kedatangan Ahok dan akan menghadang serta mengusir Ahok apabila tetap nekad berani datang dan menginjak-injak Masjid Al-Inayah. Warga masyarakat setempat pun kemudian berjaga-jaga untuk mengantisipasi kedatangan Ahok.

Setelah mengetahui kehadirannya ditolak oleh warga Kalideres, akhirnya Ahok tidak berani datang dan kemudian membatalkan kunjungannya ke Masjid Al-Inayah.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/06/15/ditolak-warga-ahok-batal-kampanye-di-masjid-ai-inayah-kalideres/

2. Jum’at 17 Juni 2016, Masjid Nurul Falah, Jalan Tanjung Duren Pasar Kopro Grogol Petamburan Jakarta Barat.

Masih di Bulan Suci Ramadhan, dua hari setelah penolakan di Kalideres Ahok kembali ingin berkunjung ke Masjid, yaitu Masjid Nurul Falah Di Grogol Petamburan Jakarta Barat, Jum’at 17/6/2016.

Namun Imam Masjid, MUI setempat, jama’ah dewan kota setempat beserta warga masyarakat sekitar kompak menyatakan menolak keras kedatangan Ahok.

Sama seperti di Kalideres, Ahok akhirnya juga tidak berani datang dan kemudian membatalkan kunjungannya di Masjid Nurul Falah.

Namun warga Grogol Petamburan dan sekitarnya tetap berjaga-jaga sampai malam seusai Sholat Tarawih untuk mengantisipasi rencana kedatangan Ahok.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/06/17/warga-jakarta-kembali-sukses-gagalkan-kedatangan-ahok-di-masjid-nurul-falah-grogol-petamburan-jakarta-barat/

3. Senin, 20 Juni 2016, Masjid At-Taqwa RW. 04 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara

Masih di Bulan Suci Ramadhan, Ahok berencana hadir pada acara Buka Puasa Bersama di Masjid At-Taqwa RW. 04 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, serta Pondok Pesantren Khoirul Ummah pimpinan KH. Oman Syahroni, di Jalan Kapuk Muara RT. 06 RW. 05, Kelurahan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, hari Senin 20/6/2016.

Namun sejak siang hari warga masyarakat Kapuk Muara Penjaringan dan sekitarnya, bahkan anggota ormas-ormas Islam sudah berkumpul dan berjaga-jaga, untuk menolak kedatangan Ahok di Kampung mereka.

Namun berbeda dengan rencana kedatangan Ahok di Masjid Al-Inayah dan Masjid Nurul Hidayah sebelumnya, kali ini Ahok menurunkan Polisi dan Satpol PP secara besar-besaran untuk mengawal dan mengamankan kedatangannya.

Mereka kurang lebih berjumlah 100 orang, komplit perlengkapannya dan ada mobil pemadam kebakaran pula.

Namun sungguhpun demikian, tidak satu centimeter pun warga masyarakat Muara Baru Penjaringan mundur. Melihat pasukan pengawalan Ahok yang jumlahnya begitu besar, bukannya takut warga justru malah semakin berani lagi.

Sejak siang hari mereka sudah berkumpul dan bersiaga. Dan pada sore hari menjelang Maghrib, warga masyarakat Penjaringan Jakarta Utara sempat bersitegang dan hampir bentrok dengan para Polisi dan aparat Satpol PP yang ditugaskan untuk mengawal Ahok.

Mendapat informasi di lokasi acara warga masyarakat sudah berkumpul untuk menghadangnya, akhirnya Ahok pun ciut. Padahal rombongan mobil Ahok beserta para anak buahnya sudah berada di daerah Jembatan III, cukup dekat dengan lokasi acara.

Namun akhirnya Ahok langsung putar balik, pulang ketakutan tidak jadi datang.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/06/20/warga-jakarta-kembali-gagalkan-kampanye-ahok-di-masjid-at-taqwa-penjaringan-jakarta-utara/

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/18730/Setelah-di-Kalideres-dan-Grogol–Kunjungan-Ahok-ke-Penjaringan-Juga-Ditolak-Warga

4. Jum’at, 24 Juni 2016, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah, Jakarta Utara

Tiga kali ditolak secara beruntun oleh warga Jakarta membuat Ahok gemas. Tak peduli sudah lama ia ditolak warga Penjaringan, kali ini Ahok nekad ingin tetap datang melakukan kunjungan ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah, Jakarta Utara, hari Kamis 23/6/2016.

Warga Penjaringan tetap bersikeras menyatakan penolakan bahkan mereka sudah bersiaga sejak Shubuh untuk menolak kedatangan Ahok:

http://m.rmol.co/read/2016/06/22/250832/Sejak-Subuh-Bersiaga,-Masyarakat-Penjaringan-Tolak-Kedatangan-Ahok-

Namun Ahok tak peduli dengan resiko akan terjadi bentrokan. Ia tetap nekad mencoba datang dengan pengawalan sangat ketat oleh ratusan aparat Polisi, TNI dan Satpol PP bersenjata lengkap.

Tentunya perkiraan Ahok dengan pengawalan luar biasa dahsyat dari aparat seperti itu ia akan aman mengikuti seluruh rangkaian acara disana sampai selesainya acara malam hari.

Namun akibat kedegilan Ahok yang tetap nekad datang walaupun sudah tahu bahwa ia ditolak warga, bentrokanpun akhirnya pecah dan tak bisa dihindari antara warga setempat dengan para pengawal Ahok, bahkan mobil Ahok pun sebelum kabur dikabarkan sempat ditimpuki oleh warga.

Dan selain itu juga timbul kejadian yang amat sangat memalukan yang menimpa diri Ahok dan terus menjadi bahan tertawaan para netizen, hinggga saat ini.

Bagaimana tidak, Ahok nampak sangat terburu-buru dan hanya sekitar 10 menit berada di lokasi di RPTRA Penjaringan Indah.

Ahok hanya memberikan kata sambutan sebentar, lalu foto bersama beberapa PNS dan anak-anaknya yang kemudian disebar beritanya oleh tim propaganda Ahok bahwa Ahok disambut sangat meriah dan foto bersama warga setempat, dan hal itu telah dibantah oleh warga setempat:

http://nusantara.rmol.co/read/2016/06/23/251029/Jenderal-AMJU:-Ahok-Bohong,-Cuma-Ada-Anak-anak-dan-PNS-di-Acara-RPTRA-

Sebelum kemudian Ahok buru-buru kabur ngibrit lari ketakutan dengan pengawalan sangat ketat dari para body guardnya, sebelum beduk adzan Maghrib.

Begitu singkatnya Ahok berada disana bahkan Ahok tidak ikut acara buka puasa bersama seperti yang sudah ia rencanakan. Dan lebih lucunya lagi… Ahok kabur menghindari amukan warga masyarakat adalah melalui jalur kebon!

http://www.pos-metro.com/2016/06/dihadang-warga-penjaringan-ahok-kabur.html?m=1

Link video Ahok kabur lewat kebon:http://m.youtube.com/watch?v=8AH2evwCS9s

5. Sabtu, 30 Juli 2016, Condet Jakarta Timur
Warga masyarakat Condet Jakarta Timur termasuk berbagai ormas dan elemen masyarakat akhirnya berhasil menggagalkan kunjungan Ahok yang berencana menghadiri acara Festival Condet, hari Sabtu 30/7/2016

Sedari awal warga sudah menyatakan penolakan mereka atas rencana kehadiran Ahok. Penolakan warga terhadap Ahok ditunjukkan dengan memasang berbagai spanduk penolakan di berbagai area strategis di Condet, mulai dari Rindam Jaya sampai Masjid Al-Hawi bahkan sampai keluar di Jalan Raya Bogor dan area PGC Cililitan.

Warga masyarakat Condet yang banyak diantaranya merupakan warga Betawi mengaku mereka resah atas rencana kehadiran Ahok. Karena mereka memang tidak menyukai sosok Ahok sebagaimana juga mayoritas warga Jakarta lainnya terutama warga pribumi.

Warga ingin acara Festival Condet berjalan dengan lancar, aman dan semarak. Kehadiran Ahok hanya akan membangkitkan kemarahan masyarakat sehingga mereka bertekad mengusir Ahok apabila berani menginjakkan kakiknya di wilayah Condet.

Apalagi disinyalir Ahok berniat memanfaatkan acara Festival Condet untuk ajang pencitraan dan kampanye terselubungnya untuk Pilgub DKI 2017.

Melihat penolakan warga masyarakat Condet yang begitu hebat, nyali Ahok pun akhirnya ciut dan kemudian membatalkan kehadirannya di Festival Condet. Sehingga acara Festival Condet pun berlangsung dengan aman, lancar dan penuh berkah.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/07/30/tolak-kedatangan-ahok-warga-condet-tebar-spanduk-menolak-ahok-di-seluruh-condet/

6. Rusunawa Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, hari Jum’at 5 Agustus 2016

Kali ini giliran warga masyarakat Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur yang menyatakan penolakan keras atas rencana kedatangan Ahok dan siap menghadang serta mengusir Ahok apabila berkunjung ke Rusunawa Cipinang Besar Selatan (CBS) Jakarta Timur, Jum’at 5/8/2016.

Warga Cipinang dan sekitarnya sudah memasang berbagai spanduk penolakan atas kedatangan Ahok di sekitar Rusunawa CB. Lalu mereka berkumpul dan bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kedatangan Ahok, sebelum kemudian datang kabar bahwa Ahok akhirnya membatalkan kunjungannya.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/08/05/penolakan-terhadap-ahok-makin-meluas-kali-ini-warga-cipinang-besar-selatan-jakarta-timur-siap-mengusir-ahok/

7. Selasa, 23 Agustus 2016, RPTRA Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur

Sejak beberapa hari sebelum kedatangan Ahok, warga Cipinang Besar Selatan (CBS) menyatakan menolak keras rencana kedatangan Ahok di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa 23/8/2016.

Sadar kehadirannya ditolak oleh warga masyarakat setempat, bagaikan berada di medan perang Ahok mengerahkan seribu orang pasukan terbuka dan pasukan tertutup untuk mengawalnya. Seribu orang itu terdiri dari aparat Polisi, Satpol PP, Dishub bahkan para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pengerahan seribu personel aparat gabungan secara besar-besaran hanya untuk mengawal kedatangan seorang Ahok, ini jelas merupakan pemborosan anggaran Pemprov DKI Jakarta.
Yang mana dana APBD DKI tersebut sesungguhnya jauh lebih bermanfaat apabila digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Penjagaan ketat aparat untuk mengamankan kedatangan Ahok sudah disiagakan sejak pagi di sepanjang jalur yang akan dilalui Ahok. Lalu lintas sekitar lokasi juga disterilkan dari lalu lalang kendaraan.

Luar biasa ketatnya pengamanan juga terlihat dari pinggir Jalan DI Panjaitan hingga depan pintu masuk Rusun Cipinang Besar Selatan. Sehingga warga masyarakat setempatpun sulit untuk memasuki lokasi RPTRA, karena sudah diblokir aparat.

Di lokasi peresmian RPTRA CBS itu sendiri terlihat tidak banyak warga setempat yang hadir. Yang banyak hanyalah para PNS, para penari tradisional, dan ibu-ibu PKK yang memang sudah dikerahkan sebelumnya untuk menyambut Ahok.

Dan seperti biasa keberadaan mereka adalah untuk kepentingan pengambilan foto bersama Ahok seusai acara. Yang mana kemudian foto-fotonya akan disebar luaskan oleh para pendukung Ahok untuk kepentingan propaganda, bahwa kedatangan Ahok disambut hangat oleh warga setempat.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/08/30/ternyata-ahok-foto-bersama-pns-lalu-fotonya-disebarluaskan-sebagai-foto-ahok-bersama-warga-masyarakat-2/

Padahal, di lokasi acara jumlah aparat personel gabungan bahkan terlihat lebih banyak dari masyarakat yang hadir. Karena banyak diantara aparat yang mengenakan pakaian bebas.
Dikabarkan Ketua RW setempat yang sejak beberapa hari lalu bersama warga setempat menolak keras kedatangan Ahok sempat diinterogasi oleh aparat kepolisian.

Berita terkait:

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/08/25/ditolak-warga-cipinang-besar-selatan-ahok-kerahkan-seribu-aparat-personel-gabungan-supaya-bisa-masuk-lokasi-rptra-cbs/

http://poskotanews.com/2016/08/23/resmikan-rptra-ahok-dijaga-400-personel-tnipolri/

http://m.news.viva.co.id/news/read/812303-660-petugas-amankan-kedatangan-ahok?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

8. Jum’at, 2 September 2016, Pasar Kebon Bawang, Jalan Swasembada XVI Tanjung Priok Jakarta Utara

Sejak beberapa minggu sebelumnya, persiapan untuk melancarkan kunjungan Ahok yang berniat hadir meresmikan Pasar Swasembada XVI di Kebon Bawang, Tanjung Priok Jakarta Utara pada hari Jum’at 2/9/2016 jam 9 pagi sudah dilakukan oleh aparat Pemprov DKI.

Namun fakta dilapangan, begitu rencana kedatangan Ahok itu tersebar luas langsung ditolak keras oleh masyarakat Jakarta Utara. Spanduk-spanduk penolakan terhadap Ahok pun sudah bertebaran di Tanjung Priok dan sekitarnya sejak beberapa hari lalu.

Namun melalui jajarannya, Ahok tetap berusaha hadir. Demi untuk tetap memaksakan kehadiran Ahok, bahkan beberapa tokoh Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) seperti Jamran dan tokoh Jakarta Utara lainnya dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Berbagai cara intimidasi lainnya pun juga sudah dilakukan seperti peringatan ancaman penangkapan, baik lewat telepon maupun secara langsung, dan sebagainya. Tujuannya supaya warga berhenti melakukan penolakan terhadap Ahok.

Namun tekad warga Jakarta Utara terlalu kuat untuk ditakut-takuti apalagi dibungkam. Mereka tetap menyatakan menolak keras kehadiran Ahok sang penguasa dzallim dan bertekad mengusirnya apabila tetap nekad datang, walaupun Ahok dikawal oleh ribuan aparat sekalipun.

Sejak Kamis malam bahkan ratusan warga masyarakat sudah mulai berdatangan dari berbagai penjuru dan bersiaga di Pasar Kebon Bawang, untuk mengantisipasi kedatangan Ahok yang direncanakan baru akan hadir pada Jum’at pagi nya.

Terlihat jelas penolakan warga sangat kuat, solid dan sulit ditembus walaupun Ahok mengerahkan ribuan aparat untuk mengawalnya sekalipun. Akhirnya kemudian didapat kepastikan bahwa Ahok tidak berani hadir di Tanjung Priok dan membatalkan kunjungannya.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/09/02/tolak-kedatangan-ahok-jumat-pagi-warga-jakarta-utara-sudah-berdatangan-di-pasar-kebon-bawang-sejak-kamis-malam/

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/09/02/ditolak-warga-jakarta-utara-nyali-ahok-ciut-dan-akhirnya-batalkan-kunjungan-ke-pasar-kebon-bawang-tanjung-priok/

9. Jum’at, 9 September 2016, Pasar Kampung Duri Selatan, Tambora Jakarta Barat

Hari Jum’at, 9/9/2016 Ahok berniat hendak meresmikan Pasar Duri di Tambora, Jakarta Barat. Namun kedatangan Ahok mendapat penolakan dan diwarnai unjuk rasa puluhan orang. Mereka membawa berbagai macam spanduk yang menolak kehadiran Ahok.

Karena mendapat penolakan, lokasi acara dijaga puluhan polisi bersenjata lengkap. Tak hanya Brimob, tim Gegana Polri juga ikut mengamankan lokasi.

Setelah merasa aman karena dalam perlindungan Pasukan Brimob dan Gegana Polri, Ahok pun seperti biasa kembali berkoar. Ahok menantang siapapun warga Jakarta yang tak suka padanya untuk berantem, duel satu lawan satu.

http://m.news.viva.co.id/news/read/819723-ditolak-warga-ahok-ke-tambora-dikawal-brimob-dan-gegana?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Ini tentu sangat ironis. Ahok menantang duel warga Jakarta, salah seorang warga Jakarta bernama Ali Lubis siap ladeni, namun Ahok hingga kini belagak tidak tau tantangan ini:

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/09/02/tantangan-duel-tinju-dari-ali-lubis-sudah-tersebar-luas-di-media-media-nasional-sampai-kapan-ahok-terus-menghindar/

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/09/09/warga-tambora-lakukan-aksi-unjuk-rasa-menolak-kedatangan-ahok/

10. Selasa, 13 September 2016, Pasar Kebon Bawang, Jalan Swasembada XVI Tanjung Priok Jakarta Utara

Setelah pada tanggal 2/9/2016 gagal ke Pasar Kebon Bawang karena dihadang warga, ternyata Ahok masih menyimpan dendam kesumat dan bertekad untuk berhasil masuk ke Pasar Kebon Bawang, dengan cara apapun.

Ahok menunggu saat yang tepat kapan warga sedang lengah dan akhirnya tepat satu hari setelah Idul Adha disaat warga dalam suasana lebaran haji, Ahok kembali ke pasar Bawang.

Disaat sebagian besar umat Islam masih dalam suasana Idul Adha 1437 H, dengan memotong dan menyaksikan pemotongan hewan kurban di masjid-masjid dan berbagai lokasi, Ahok kembali mendatangi Pasar Kebon Bawang di Jl. Swasembada Barat XVI, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 13/9/2016.

Tidak tanggung-tanggung, bagaikan sedang berkunjung ka Daerah Operasi Militer (DOM) Ahok datang dengan pengawalan dan barikade ketat oleh sekitar 80 aparat kepolisian bersenjata lengkap, belum lagi ditambah puluhan aparat Satpol PP dan lain-lain.

Kedatangan Ahok sontak membuat suasana Pasar Kebon Bawang yang tadinya tenang, nyaman dan tenteram berubah menjadi bagaikan di medan pertempuran.

Bagaimana tidak, para personel polisi pengawal Ahok melengkapi dirinya dengan senjata laras panjang, dan banyak pula diantaranya yang memakai tameng dan bambu pemukul seperti berada di lokasi huru-hara, padahal ini di dalam pasar dan mayoritas orang yang berada di dalam pasar adalah ibu-ibu.

Para personel polisi bersiaga di sudut-sudut pasar, dan dengan penuh kewaspadaan terus mengawasi gerak-gerik para pedagang dan orang-orang yang sedang berbelanja di pasar.

Suasana pasar menjadi mencekam dan kaum ibu yang berada disana nampak ketakutan dan hanya bisa tersenyum kecut tak berdaya.

Mereka hanya bisa menerima keadaan ini walaupun di dalam hati tentu mereka merasa sangat tidak nyaman dikelilingi oleh para polisi pengawal Ahok yang bersenjata laras panjang. Sehingga mereka tentu mau saja saat diminta untuk foto bersama Ahok.

Personel Kepolisian terlihat mengawal Ahok di sepanjang jalan, mulai dari Pasar Kebon Bawang, sampai akan masuk Tol Wiyoto Wiyono, tepatnya di pintu Tol Kebon Bawang.

Tidak hanya di perjalanan menuju Pasar Kebon Bawang dan saat berada di dalam pasar yang hanya sebentar itu, saat pulangpun Ahok juga dikawal oleh puluhan polisi bersenjata yang menggunakan sepeda motor saat meninggalkan Pasar Kebon Bawang.

Menjawab pertanyaan kenapa untuk meresmikan sebuah pasar saja sampai harus dikawal super ketat oleh puluhan personel polisi bersenjata laras panjang, seperti biasa Ahok pun belagak pilon bahwa ia tidak tahu menahu kenapa puluhan polisi bersenjata itu mengawalnya. “Mungkin mereka enggak mau ambil risiko ya,” ujar Ahok sesampainya di Balai Kota.

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/09/13/ahok-datangi-pasar-kebon-bawang-dikawal-puluhan-polisi-bersenjata-ibu-ibu-di-pasar-kebon-bawang-menjadi-ketakutan/

11. RPTRA Cengkareng Barat, Kamis 20 Oktober 2016

Jakarta – Zhong Wan Xie alias Ahok kembali harus membatalkan agenda kerjanya di Jakarta. Direncanakan hadir untuk meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cengkareng Barat, hari Kamis 20 Oktober 2016, namun rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena mendapat penolakan keras warga masyarakat sekitar.

Sejak pagi warga sudah berdatangan dan berkumpul untuk mengantisipasi kedatangan Zhong. Mereka bertekad mengusir sang penista agama Islam dan Kitab Suci Al-Qur’an itu.

Warga baru mau mulai membubarkan diri setelah Lurah setempat memberi kabar bahwa Zhong setelah mengetahui penolakan warga akhirnya Zhong membatalkan kunjungannya dan diwakilkan oleh Camat.

Namun itupun sebagian warga masyarakat Cengkareng dan sekitarnya tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi bahwa info itu hanya siasat, sehingga mereka memilih untuk menunggu di lokasi acara sampai selesai. Dan ternyata benar, Camat setempat yang akhirnya meresmikan acara tersebut sehingga warga pun kemudian pulang kembali ke rumahnya masing-masing.

http://news.gubernurmuslim.com/2016/10/dihadang-warga-zhong-wan-xie-batal-resmikan-rptra-cengkareng-barat/

12. RPTRA Akasia Tebet Jakarta Selatan, Jum’at 21 Oktober 2016

Sungguh miris nasib Zhong Wan Xie alias Ahok, apalagi seusai ia melakukan penistaan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Seribu.

Sejak itu aksi-aksi penolakan umat Islam terhadap sosok penguasa dzallim, rasis dan korup ini yang sebelumnya sudah marak menjadi semakin menghebat. Termasuk hari ini saat Zhong berencana hadir untuk meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at 21 Oktober 2016.

Sejak beberapa hari sebelumnya warga sudah menyatakan penolakan, mereka tidak rela apabila tanahnya diinjak-injak oleh sosok jahat ini dan warga sudah memasang spanduk di berbagai tempat strategis di Tebet.

Namun sampai Hari-H, dikabarkan Zhong akan nekad memaksakan diri datang dengan pengawalan ketat aparat polisi. Mendengar kabar Zhong berani mendatangi wilayahnya, sontak warga Tebet berhamburan keluar dari rumahnya masing-masing untuk mengusir Zhong. Warga berteriak-teriak di lokasi: “Kami tidak mendukung dan menolak Ahok datang ke wilayah kami,”.

Warga juga meminta agar Zhong Wan Xie segera ditangkap atas kasus penistaan agama Islam yang telah dilakukannya. dan walau dijaga ketat oleh ratusan aparat kepolisian, warga tak sedikitpun merasa takut bahkan mereka membawa poster-poster antara lain bertuliskan “Hukum Ahok secepatnya’, ‘Jokowi salah jika lindungi Ahok’ dan lain-lain.

Melihat warga sudah berkumpul di lokasi untuk menghadang Zhong, akhirnya Zhong baru berhasil masuk ke lokasi RPTRA Akasia Tebet satu jam lebih dari jadwal seharusnya dan ia tak bisa berlama-lama berada disana karena polisi nampak tak mampu menahan massa terlalu lama

http://news.gubernurmuslim.com/2016/10/ditolak-warga-zhong-wan-xie-hanya-sebentar-datangi-rptra-tebet/

13. Pasar Kembang Rawa Belong, Rabu 2/11/2016

Ditolak Warga Rawa Belong, Ahok Ngacir Naik Angkot

Kedatangan calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Pasar Kembang Rawa Belong, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 'dijegal' sejumlah warga.

"Sini lu, kami enggak mau kampung kami didatangi sama penista agama," seru Habib Idrus di lokasi, Rabu (2/11/2016).

Ahok yang tak berjarak jauh sekira 200 meter pun dijaga ketat dan dibawa menjauh dari kerumunan warga yang mendemo. Situasi sempat memanas saat warga yang mendemo ini mulai dihalangi pihak kepolisian untuk menemui Ahok.

"Kami jangan ditahan, kami ingin Ahok keluar, warga asli menolak nih," sambungnya.

Pantauan di lokasi, saat ini Ahok tiba-tiba sudah menghilang dari kerumunan. Menurut salah seorang ibu yang sudah didatangi Ahok mengaku, Ahok dibawa naik mikrolet nomor 24 menuju ke arah Jalan Anggrek.

"Iya tadi sudah naik (angkot)," kata ibu memakai daster ini.(wal)

http://m.okezone.com/read/2016/11/02/338/1531277/ditolak-warga-rawa-belong-ahok-ngacir-naik-angkot

0 Response to "Inilah Kronologis Ahok 13 Kali Dihadang, Diusir Dan Kabuuur Diudak-Udak Warga Jakarta!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel